Suara Joglo - Dua nama besar telah resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luarbiasa PSSI pada 16 Februari 2023 nanti. Dua nama besar ini adalah La Nyala Matalitti dan Erick Thohir.
Publik tentu sudah tidak asing dengan dua nama tokoh tersebut. Keduanya pun sama-sama dikenal pernah berkecimpung dalam dunia sepak bola. La Nyalla misalnya, pernah menjadi Ketum PSSI pada 2015 hingga 2016.
Lalu bagaimana profil keduanya? Berikut ini dikutip dari berbagai sumber:
Saat ini La Nyalla Matalitti menjabat sebagai Ketua DPD RI hasil dari Pemilu 2019. Selama ini, pemilik nama lengkap La Nyalla Mahmud Mattalitti itu dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia.
Sebelumnya Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI pada tahun 2013 hingga 2015. Saat itu La Nyalla terpilih melalui Kongres Luar Biasa/KLB (Extra Ordinary Congress) yang diprakarsai Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu 18 Maret 2011.
Ia terlahir dengan nama lengkap La Nyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, 10 Mei 1959. La Nyalla merupakan salah satu tokoh yang aktif dalam berbagai organisasi.
Pria berdarah Bugis yang besar dan menghabiskan waktunya di Surabaya ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu pengusaha dan tokoh populer di Jawa Timur. Dia pernah menjabat sebagai Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur, Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa timur, Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur, hingga Exco PSSI.
La Nyalla merupakan sosok yang memiliki komitmen tinggi, dan keberanian memperjuangkan independensi. Sebelum pemungutan suara, La Nyalla bahkan dengan tegas menyatakan dirinya anti diintervensi siapapun, termasuk orang-orang yang dikenal memiliki pengaruh kuat di sepakbola nasional.
Meskipun begitu, La Nyalla saat menjabat sebagai ketua umum Kadin Jawa Timur pernah terjerat kasus hukum penyimpangan dana hibah pemerintah provinsi Jawa Timur pada 2011 hingga 2014. La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka pidana Korupsi dan dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa.
Erick Thohir
Sementara itu, Erick Thohir saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) jelang KLB nanti.
Erick sendiri, selain dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses juga dikenal sangat dekat dengan sepak bola. Bos PT Mahaka Media (Tbk) itu juga pernah mengelola klub sepak bola dan klub olahraga.
Erick Thohir merupakan pendiri sekaligus pemilik klub basket Satria Muda. Ia menjadi orang Asia pertama yang pernah memiliki Tim bola basket NBA ketika ia membeli saham Philadelphia.
Pada tahun 2012, Erick dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United. Kemudian Ia memasuki bisnis sepak bola. Ini dibuktikan dengan membeli salah satu klub elite Italia Internazionale Milan pada pada September 2013.
Massimo Moratti pada saat itu mengonfirmasi pembicaraan untuk penjualan saham mayoritas 70 persen kepada Erick. Pada tanggal 15 Oktober 2013 setelah melalui proses negosiasi panjang, Erick secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas dengan memiliki saham klub sebesar 70.
Pada 15 November 2013, Erick dipercaya sebagai presiden klub Inter Milano menggantikan Moratti. Pada 2016, Ia melepas kepemilikan mayoritasnya di klub tersebut kepada perusahaan China, Suning Holdings Group Co. Dua tahun kemudian, jabatan presiden klub diserahkannya kepada Steven Zhang.
Di Indonesia, keluarga Erick Thohir juga banyak yang berkecimpung di dunia sepak bola. Pada 20 Agustus 2009, Ia pernah mengelola PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) didirikan sebagai badan hukum Maung Bandung dengan Erick sebagai pemegang saham mayoritas.
Di bahwa Erick, Persib meraih beberapa gelar juara, termasuk Indonesis Super League (ISL) 2014. Dia juga berperan dalam mendatangkan marquee player pada Liga 1 2017, yaitu Michael Essien dan Carlton Cole.
Tapi, setelah didaulat menjadi Menteri BUMN, Erick memutuskan mundur dari posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama PT PBB. Persis Solo menjadi klub terbaru yang dikelola Erick.
Dalam komposisi kepemilikan saham Laskar Sambernyawa lewat PT Persis Solo Saestu (PSS), Erick hanya memiliki 20 persen dan Kaesang 40 persen. Sementara pengusaha lokal, Kevin Nugroho, mempunyai 30 persen saham dan 10 persen sisanya tetap menjadi milik 26 klub internal anggota Perserikatan SepakbolaIndonesia Solo (Persis).
Tapi, sebagai pejabat negara, Erick tidak turun langsung mengelola salah satu klub pendiri PSSI tersebut. Dalam struktur organisasi, Kaesang menduduki jabatan sebagai Direktur Utama. Sementara posisi Presiden Komisaris diisi Mahendra Agakhan Thohir. Aga merupakan anak laki-laki Erick.