Suara Joglo - Kasus santri tewas dianiaya kawannya sendiri kembali menghebohkan publik di Jawa Timur ( Jatim ). Belum hilang ingatan ngerinya kasus penganiayaan santri Gontor, kini ada lagi di Madura.
Untuk kasus di Madura, saat ini sebanyak 9 santri ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan kasus tersebut. Mereka merupakan santri senior yang menganiayan juniornya hingga meninggal dunia.
Peristiwa ini terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Geger, Kabupaten Bamgkalan. Seorang santri junior berinisial BT (16) warga Kecamatan Klampis meninggal.
Seperti dijelaskan Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, para pelaku merupakan santri senior di pondok tersebut. Dari 9 pelaku, terdapat 4 anak di bawah umur yang terlibat penganiayaan.
"Semua pelaku merupakan santri ponpes yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 4 orang di bawah umur," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Senin (13/3/2023).
Wiwit juga mengatakan semua pelaku memiliki peran berbeda dalam penganiayaan yang menewaskan korban. Terduga pelaku menganiaya hingga korban tak sadarkan diri.
"Semua memiliki peran dan ikut menganiaya korban hingga korban meninggal dunia," katanya menambahkan.
Diketahui, para pelaku yakni NH (19) asal Kecamatan Geger, GA (19) dari Kecamatan Arosbaya, UB (20) dari Kecamatan Sepulu, AZ (17) asal Kecamatan Geger, RR (17) warga Kecamatan Arosbaya, RM (17) asal Kecamatan Arosbaya, ZA (20) warga Kecamatan Sepulu, W (17) dan ZN (19) asal Kecamatan Geger.
Ia menjelaskan, penganiayaan itu bermula saat korban dituduh mengambil barang milik santri lain. Hal itu membuat para seniornya marah hingga korban dianiaya dan meninggal dunia.
Baca Juga: Unik Banget! Ada Pentas Wayang Kartun di Desa Kartun Pertama Indonesia, Intip Yuk
"Kami masih terus dalami kasus ini dan masih ada potensi penambahan pelaku lain," imbuhnya.
Hingga saat ini, sebanyak 34 orang diperiksa sebagai saksi kasus penganiayaan yang menyebabkan BT meninggal. Polisi juga terus melakukan pendalaman untuk mengungkap para pelaku yang terlibat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya Kasatreskrim Polres setempat, AKP Bangkit Dananjaya mengatakan aksi pengeroyokan itu dilakukan para pelaku di dalam kamar asrama korban.
Tragisnya lagi, penganiayaan berlangsung pada malam nifsyu sya’ban hingga korban mengalami babak belur. "Jadi BT didatangi pelaku dan dikeroyok di asrama tempat korban hingga lebam," ujarnya.
Penganiayaan itu lalu diketahui oleh santri lain dan dilaporkan ke pimpinan pondok. Setelah itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Geger untuk mendapat pertolongan namun sudah meninggal dunia.