Suara Joglo - Indonesia memang menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan militer terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Namun bagaimana posisi kekuatan militer Indonesia di dunia?
Saat ini, rangkit kekuatan militer Indonesia naik. Pada 2022 lalu, Indonesia berada di rangking 15 dengan sekor indeks 0,2251. Nah, pada 2023 ini peringkat Indonesia naik ke posisi 13 dengan indeks 0,2221.
Rangking kekuatan militer negara-negara di dunia ini memang rutin dirilis oleh website Blobalfirepower.com. Peringkat Global Firepower ini menggunakan lebih dari 60 faktor individu untuk menentukan skor PowerIndex ('PwrIndx') suatu negara tertentu dengan kategori mulai dari jumlah unit militer dan posisi keuangan hingga kemampuan logistik dan geografi.
Dari sekoring yang dibuat para individu itu kemudian muncullah sekor indeks tersebut. Peringkat ini dibuat setelah melakukan penilaian dari 145 negara dengan kekuatan militer besar di dunia.
Adapun untuk peringkat pertama negara dengan kekuatan militer terbesar, masih stabil diduduki Amerika Serikat, disusul Rusia, China, India, Inggris, Korea Selatan, Pakistan, Jepang dan Prancis.
Lalu Italia, Turki, Brasil, kemudian Indonesia. Di luar dugaan, sejumlah negara maju lain ternyata kekuatan militernya dianggap lebih kecil dibanding Indonesia. Misalnya Australia, Iran, Ukraina, Spanyol, Saudi Arabia, Korea Utara, Jerman dan Kanada.
Kekuatan Indonesia
Indonesia memang mengalokasikan anggaran untuk pertahanan besar. Anggaran ini bahkan naik setiap tahunnya. Pada 2022 lalu misalnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendapatkan pos anggaran Rp 133,4 triliun, naik dari 2021 yang sebesar Rp 125,9 triliun.
Pada 2023, anggaran Kemenhan tersebut kembali naik menjadi Rp 134,32 triliun. Rinciannya, pagu anggaran itu akan digunakan untuk program modernisasi alutsista, non-alutsista, dan Sarpras Pertahanan sebesar Rp 35,19 triliun.
Baca Juga: Kepala BNPT Ungkap Cara Jaringan Teroris Mulai Menyusup ke Pemilu 2024
Kemudian program kebijakan dan regulasi pertahanan sebesar Rp 24,68 miliar, dan anggaran program pelaksanaan tugas TNI sebesar Rp 3,62 triliun. Lalu, program profesionalisme dan kesejahteraan prajurit sebesar Rp 12,35 triliun dan program pembinaan sumber daya pertahanan sebesar Rp 338,86 miliar.
Kemudian, Kemenhan juga akan memanfaatkan dana itu untuk program riset, industri, dan pendidikan tinggi pertahanan sebesar Rp607,89 miliar dan program dukungan manajemen sebanyak Rp 79,77 triliun.
Berbekal pagu anggaran dari APBN dan juga pinjaman, Prabowo pun telah memesan berbagai Alutsista canggih dari berbagai negara. Baru-baru ini misalnya, Kemenhan telah memesan sejumlah peralatan tempur dari Prancis, usai Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Prancis Sebastian Lecornu di Jakarta pada 25 November 2022.
Prabowo telah menjajaki kemungkinan pembelian dua kapal selam serang scorpene. Dilansir dari Military Today, kapal selam ini mampu membawa 30 ranjau laut dan melaju dengan kecepatan 20 knots dan membawa 18 torpedo serta misil.