Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Liberty Jemadu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:47 WIB
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
Impor baja China kini menjadi masalah di Indonesia. Foto: Salah satu pabrik baja milik PT Krakakatau Steel [krakatausteel.com]
baca 10 detik
  • Kemenperin mengakui adanya kesenjangan produksi baja nasional dan konsumsi yang diisi impor, mayoritas dari Tiongkok.
  • Industri baja perlu diversifikasi produk dari konstruksi ke otomotif dan perkapalan demi nilai tambah lebih tinggi.
  • Kemenperin menerapkan kebijakan terintegrasi, termasuk kepastian gas HGBT dan instrumen *trade remedies* untuk penguatan industri.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui industri baja nasional masih menghadapi berbagai permasalahan yang perlu diantisipasi secara bertahap. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan (gap) antara konsumsi baja nasional dan kapasitas produksi dalam negeri yang masih cukup besar.

"Gap ini diisi oleh produk impor, di mana mayoritas dari Tiongkok," kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia mengatakan sebagian besar produsen baja nasional masih berfokus pada kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur. Padahal, terdapat potensi pengembangan produk untuk sektor otomotif, perkapalan, dan alat berat, seperti baja paduan (alloy steel) dan special steel yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Katanya, diversifikasi produk menjadi kebutuhan mendesak agar industri baja nasional mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tantangan lainnya yakni kondisi fasilitas produksi yang rata-rata telah berumur dan teknologinya tertinggal, serta belum sepenuhnya ramah lingkungan.

Ini berdampak pada kualitas produk dan struktur biaya produksi yang kurang kompetitif, serta industri baja nasional juga menghadapi kesulitan bersaing dengan produk impor dari sisi harga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin menginisiasi dan mengimplementasikan kebijakan industri terintegrasi guna menumbuhkan sektor baja secara berkelanjutan.

Dari sisi energi, pemerintah memberikan kepastian volume dan harga pasokan gas melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) serta memperluas cakupan penerima HGBT bagi industri baja.

Kebijakan bahan baku juga diarahkan untuk menjamin stabilitas dan keberlanjutan pasokan input utama, sehingga industri dapat beroperasi secara efisien dan berkesinambungan.

Sebelumnya Faisol mengatakan Kemenperin sedang menyusun langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

baca juga

Ia menegaskan, penguatan industri baja menjadi prioritas, karena sektor ini merupakan tulang punggung pembangunan nasional sekaligus fondasi bagi berbagai industri hilir.

Faisol menjelaskan, Kemenperin bersama pelaku industri dan para pemangku kepentingan telah merumuskan langkah-langkah penyelamatan dan penguatan industri baja nasional secara komprehensif.

Upaya tersebut dimulai dari perlindungan industri dalam negeri terhadap praktik perdagangan tidak adil (unfair trade) melalui penerapan instrumen trade remedies, guna menekan masuknya produk impor yang merugikan produsen domestik.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan adopsi teknologi terkini yang lebih efisien dan ramah lingkungan di sektor baja. Menurutnya modernisasi fasilitas produksi dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini relatif tinggi.

Kemenperin juga menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk baja hilir yang bersentuhan langsung dengan konsumen, sebagai langkah menjaga mutu dan melindungi pasar dalam negeri.

Di sisi hulu, peningkatan investasi pada sektor crude steel menjadi fokus agar kebutuhan bahan baku industri baja nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri. Langkah ini menurutnya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat struktur industri secara menyeluruh.

Pihaknya juga mendorong pengembangan baja hijau (green steel) sebagai bagian dari komitmen industri terhadap penurunan emisi karbon dan transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

Lebih jauh, dukungan terhadap hilirisasi baja diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sektor strategis dan mendorong pertumbuhan investasi baru.

"Dukungan hilirisasi baja nasional untuk dikonsumsi oleh industri perkapalan, otomotif, militer, serta konstruksi," kata Wamenperin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Otomotif Bawa Indeks Kepercayaan Industri Naik Tinggi di Januari 2026

Industri Otomotif Bawa Indeks Kepercayaan Industri Naik Tinggi di Januari 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:19 WIB

Tekanan Fiskal Semakin Berat, Kemenperin Tak Lagi Ngotot Minta Insentif Otomotif

Tekanan Fiskal Semakin Berat, Kemenperin Tak Lagi Ngotot Minta Insentif Otomotif

Otomotif | Kamis, 29 Januari 2026 | 19:40 WIB

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Industri Pengolahan RI Loyo di 2025 Gegara Tarif Trump Hingga Geopolitik

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:25 WIB

Lima Kawasan Industri Akan Terapkan Konsep Eco-industrial Park

Lima Kawasan Industri Akan Terapkan Konsep Eco-industrial Park

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 12:58 WIB

Wamenprin Sebut Investor Siap Merelokasi Pabrik Bajanya ke RI, Pengusaha Menjerit: Jangan Pro Asing!

Wamenprin Sebut Investor Siap Merelokasi Pabrik Bajanya ke RI, Pengusaha Menjerit: Jangan Pro Asing!

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 10:55 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB