Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 04 Februari 2026 | 20:47 WIB
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
Impor baja China kini menjadi masalah di Indonesia. Foto: Salah satu pabrik baja milik PT Krakakatau Steel [krakatausteel.com]
Baca 10 detik
  • Kemenperin mengakui adanya kesenjangan produksi baja nasional dan konsumsi yang diisi impor, mayoritas dari Tiongkok.
  • Industri baja perlu diversifikasi produk dari konstruksi ke otomotif dan perkapalan demi nilai tambah lebih tinggi.
  • Kemenperin menerapkan kebijakan terintegrasi, termasuk kepastian gas HGBT dan instrumen *trade remedies* untuk penguatan industri.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui industri baja nasional masih menghadapi berbagai permasalahan yang perlu diantisipasi secara bertahap. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan (gap) antara konsumsi baja nasional dan kapasitas produksi dalam negeri yang masih cukup besar.

"Gap ini diisi oleh produk impor, di mana mayoritas dari Tiongkok," kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia mengatakan sebagian besar produsen baja nasional masih berfokus pada kebutuhan sektor konstruksi dan infrastruktur. Padahal, terdapat potensi pengembangan produk untuk sektor otomotif, perkapalan, dan alat berat, seperti baja paduan (alloy steel) dan special steel yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Katanya, diversifikasi produk menjadi kebutuhan mendesak agar industri baja nasional mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tantangan lainnya yakni kondisi fasilitas produksi yang rata-rata telah berumur dan teknologinya tertinggal, serta belum sepenuhnya ramah lingkungan.

Ini berdampak pada kualitas produk dan struktur biaya produksi yang kurang kompetitif, serta industri baja nasional juga menghadapi kesulitan bersaing dengan produk impor dari sisi harga.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin menginisiasi dan mengimplementasikan kebijakan industri terintegrasi guna menumbuhkan sektor baja secara berkelanjutan.

Dari sisi energi, pemerintah memberikan kepastian volume dan harga pasokan gas melalui skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) serta memperluas cakupan penerima HGBT bagi industri baja.

Kebijakan bahan baku juga diarahkan untuk menjamin stabilitas dan keberlanjutan pasokan input utama, sehingga industri dapat beroperasi secara efisien dan berkesinambungan.

Sebelumnya Faisol mengatakan Kemenperin sedang menyusun langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

Baca Juga: Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru

Ia menegaskan, penguatan industri baja menjadi prioritas, karena sektor ini merupakan tulang punggung pembangunan nasional sekaligus fondasi bagi berbagai industri hilir.

Faisol menjelaskan, Kemenperin bersama pelaku industri dan para pemangku kepentingan telah merumuskan langkah-langkah penyelamatan dan penguatan industri baja nasional secara komprehensif.

Upaya tersebut dimulai dari perlindungan industri dalam negeri terhadap praktik perdagangan tidak adil (unfair trade) melalui penerapan instrumen trade remedies, guna menekan masuknya produk impor yang merugikan produsen domestik.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan adopsi teknologi terkini yang lebih efisien dan ramah lingkungan di sektor baja. Menurutnya modernisasi fasilitas produksi dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini relatif tinggi.

Kemenperin juga menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk baja hilir yang bersentuhan langsung dengan konsumen, sebagai langkah menjaga mutu dan melindungi pasar dalam negeri.

Di sisi hulu, peningkatan investasi pada sektor crude steel menjadi fokus agar kebutuhan bahan baku industri baja nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri. Langkah ini menurutnya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat struktur industri secara menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI