Suara Joglo - Anda tahu apa itu virus virtex WA? Virus itu merupakan jenis virus perangkat lunak HP yang dapat dikirimkan melalui pesan spam di WhatsApp. Ketika virus ini diterima, WhatsApp pada perangkat penerima dapat menjadi lambat, blank, atau bahkan mengalami error.
Biasanya, virus ini dikirimkan untuk iseng dan usil oleh seseorang kepada temannya. Dan baru-baru ini beredar luas narasi sebuah video yang menyebutkan kalau virus virtex WA disebarkan lewat sebuah video tersebar di kalangan masyarakat. Padahal setelah dicek, video tersebut tidaklah benar.
Narasi itu video tersebut berjudul begini: "Lagi viral nih virus virtex lewat aplikasi Whatsapp. Kalau dapat kiriman video ini jangan dibuka ya…"
Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari, dikutip dari laman website turnbackhoaks.id, informasi tersebut masuk kategori salah. Faktanya, video tersebut corrupted sehingga info dimensi ketinggian video salah dan membuat android tertentu crash dan restart.
[PENJELASAN]:
Akun Twitter @Midjan_La_2 membagikan cuitan dengan klaim bahwa terdapat virus virtex yang dibagikan dalam video melalui Aplikasi Whatsapp.
Dalam cuitannya, akun tersebut juga memberikan tiga lampiran contoh video yang dimaksud beserta contoh kerusakan ponsel yang dialami setelah membuka video tersebut.
Dalam video yang dilampirkan, terlihat ponsel mengalami crash dan mati setelah membuka video yang disebut mengandung virus virtex.
Firman Fathoni, seorang kreator digital membagikan hasil penelusuran mengenai video tersebut melalui akun Facebooknya.
Baca Juga: Jonathan Frizzy Dituding Ogah Bayar SPP, Dhena Devanka Sindir Pedas: Sama Anak Kandung Pelit Amat Ya
Selain membagikan hasil uji coba pada ponsel tertentu, Firman juga menuliskan beberapa hasil temuan baik itu video asli, video hasil decoding, dan analisis log video tersebut.
Dari hasil penelusuran tersebut didapatkan fakta bahwa video mengalami corrupted yang mengakibatkan adanya kesalahan pada dimensi ketinggian pada video (height overflow).
Hal ini mungkin disebabkan adanya bug atau render issue di beberapa hardware accelerated device, sehingga menyebabkan android tertentu mengalami crash dan restart.