Suara Joglo - Semua hartanya disita oleh KPK, Rafael Alun ungkap sudah tak memiliki uang simpanan lagi. Bahkan, ia mengaku bingung untuk membayar THR para karyawan yang bekerja dengan dirinya.
Seperti diketahui, beberapa harta kekayaan Rafael Alun yang dicurigai tak sepadan dengan penghasilannya disita oleh KPK, termasuk 70 tas istri mantan pejabat pajak itu.
Namun, Rafael mengaku bahwa tas yang disita oleh KPK itu sebagian besar adalah tas KW.
"Dari 70 tas yang disita oleh KPK, paling banyak itu mungkin hanya 8 sampai 10 yang asli. Sisanya semuanya KW. Nanti biarkan pihak KPK mungkin yang bisa melihat itu apakah itu asli atau tidak," ungkap Rafael, dikutip dari unggahan @lambe_turah, Minggu (2/4/2023).
Lebih lanjut, Rafael Alun mengaku sedih lantara dirinya tak lagi memegang uang tunai untuk keperluan sehari-hari.
"Kemudian, yang saya sedih itu uang tunai. Jadi, uang belanja istri saya, yang belum sempat dimasuk-masukan ke amplop untuk belanja harian. Itu juga diambil," ujar Rafael.
Selain uang belanja bulanan, uang Rafael senilai Rp40 juta yang disiapkan untuk membayar THR para karyawannya pun disita oleh KPK. Lantaran hal itu, ia mengaku bingung cara membayar para pegawainya tersebut.
"Dan uang saya senilai 40 jutaan, yang sebetulnya, awalnya untuk membayar THR beberapa pegawai saya di rumah itu juga diambil," ungkap Rafael.
"Jadi, pada sat ini saya kebingungan, ketika THR ini nanti saya harus membayarnya dengan apa gitu," panjutnyam
Meski begitu, alih-alih kasihan, warganet justru kembali nyinyir dan tak percaya dengan pernyataan Rafael tersebut. Mereka meminta Rafael agar tak memasang muka melasnya.
"Bapak gak usah sok melas pak, bapak tau nggak? Yg setiap bulan gajinya dipotong pajak itu berangkat subuh pulang pun gelap, sampe empet empetan naik kereta/busway tiap minggu mesti urut," tulis @elelvandamn.
"Anaknya kemarin sok kaya, sekarang bapaknya sok miskin," timpal @arinfersa.
"Sekarang semua pejabat alasannya tasnya KW," ungkap @yuhumoon.