- Kapal induk USS Gerald R. Ford mencatatkan rekor operasional 297 hari sejak Juni 2025 tanpa kembali ke pangkalan asal.
- Kapal menjalankan berbagai operasi militer di kawasan Karibia hingga Timur Tengah untuk mendukung kepentingan strategis Amerika Serikat.
- Misi panjang tersebut memicu kendala teknis fasilitas serta menimbulkan tekanan kesehatan mental bagi ribuan awak kapal tersebut.
Suara.com - Kapal induk terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald Ford (CVN-78), mencatat rekor baru dengan masa penugasan terpanjang di era modern.
Hingga April 2026, kapal perang terbesar di dunia itu telah beroperasi selama 297 hari tanpa kembali ke pangkalan.
Kapal induk tersebut meninggalkan Naval Station Norfolk, Virginia, pada Juni 2025 dan sejak itu menjalani dua kali perpanjangan misi.
Penugasan panjang ini bahkan mendekati rekor era Perang Vietnam, saat kapal induk bisa beroperasi lebih dari 300 hari.
Selama hampir 10 bulan di laut, USS Gerald R. Ford terlibat dalam berbagai operasi militer besar.
Mulai dari tekanan terhadap Venezuela hingga keterlibatan dalam operasi militer AS melawan Iran di Timur Tengah.
Di kawasan Karibia, kapal ini ambil bagian dalam operasi terhadap tanker minyak yang dikenai sanksi.
![Kapal Induk USS Gerald Ford [navy.mil]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/18/51261-kapal-induk-uss-gerald-ford.jpg)
USS Gerald R. Ford juga berada di wilayah tersebut saat operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro berlangsung.
Tak lama setelah itu, kapal induk ini dikerahkan ke Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militer AS.
Di sana, kapal tersebut mendukung serangan terhadap target militer Iran melalui operasi udara intensif.
Namun, misi panjang ini tidak berjalan mulus.
Dilansir dari Business Insider, sejumlah masalah teknis muncul di atas kapal, termasuk kebakaran di area laundry pada Maret yang melukai dua awak dan merusak fasilitas tempat tidur.
Selain itu, lebih dari 4.000 awak kapal juga menghadapi gangguan sistem sanitasi.
Masalah pada toilet dan saluran pembuangan bahkan disebut terjadi berulang kali sejak awal penugasan.
Akibat berbagai kendala tersebut, USS Gerald R. Ford sempat ditarik ke pelabuhan di Laut Mediterania untuk perbaikan.