Pascabatalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-22, Israel disebut kena karma. Negaranya dikabarkan porak-poranda.
Kabar bahwa Israel kena karma akibat Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu salah satunya dikabarkan oleh akun facebook Bagi Media Group (https://web.facebook.com/profile.php?id=100083419285256&__tn__=%3C%3C).
Akun tersebut pada 1 April 2023 mengunggah video dengan klaim bahwa Israel mendapatkan karma besar. Dalam narasi disebutkan bahwa Israel dikucilkan dunia dan terus ditimpa masalah hingga perang saudara setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Tak hanya itu, dikabarkan pula bahwa seluruh negara Arab menentang Israel, bahkan Amerika pun ikut mengecam habis-habisan negara tersebut.
Penjelasan
Setelah dilakukan penelusuran, dikutip dari turnbackhoax.id faktanya unggahan tersebut memberitakan beberapa peristiwa yang tidak saling berkaitan.
Pertama, pemberitaan terkait perang saudara dan pengecaman dari Amerika Serikat. Dikutip dari CNBC Indonesia (https://www.cnbcindonesia.com/), kekacauan yang terjadi di Israel dipicu oleh rencana reformasi pengadilan yang dicetuskan PM Israel, Benjamin Netanyahu, pada Maret 2023 lalu.
Adanya rencana perombakan tersebut pada akhirnya membuat 80.000 orang berkumpul di Tel Aviv sambil meneriakkan yel-yel demokrasi. Adanya usulan untuk meninggalkan perombakan yudisial itu juga diserukan oleh Presiden AS, Joe Biden. Namun, Netanyahu menolak seruan Biden karena ia menganggap bahwa keputusannya tidak dibuat berdasarkan tekanan dari luar negeri. Sejak saat itu lah, hubungan Israel-AS dikabarkan tengah memanas.
Kedua, terkait pertentangan negara Arab terhadap Israel. Masih dikutip dari sumber yang sama, meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di bawah pemerintahan PM Netanyahu nyatanya dinilai telah merusak hubungan Israel dengan negara-negara tetangga Arab, khususnya bagi negara yang telah menandatangani Perjanjian Abraham.
Baca Juga: Fix, Gubernur Bali Tolak Israel Bermain di World Beach Games 2023
Diketahui bahwa sejak koalisi sayap kanan tersebut berkuasa pada Desember 2022, terdapat kurang lebih 100 warga Palestina yang tewas ketika Israel melancarkan serangannya.
Kesimpulan
Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh Akun Facebook Bagi Media Group merupakan konten yang menyesatkan.