Setelah beberapa kali kalah dari Prabowo Subianto, elektabilitas bakal calon presiden (capres) yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo kembali unggul.
Hal itu terhitung dari survei yang dilakukan Charta Politika yang dilakukan pada 27-30 April 2023 lalu.
Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa mengatakan bahwa peningkatan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu naik tinggi setelah diusung PDIP sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
"Elektabilitas Ganjar berada pada angka 25,2 persen pada periode 4-7 April. Lalu kembali meningkat menjadi 28,9 persen setelah deklarasi sebagai capres 21 April kemarin," terang Ardha, Kamis (4/5/2023).
Survei tersebut juga mendapati elektabilitas Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan angka 22,3 persen dan Anies Baswedan dengan 15,2 persen. Survei ini dilakukan dengan simulasi 10 nama capres Pemilu 2024.
Ardha tak menampik turunnya elektabilitas Ganjar dari Prabowo menyusul dengan ditolaknya Timnas Israel U-20 untuk bertarung di Piala Dunia U-20.
Tak sedikit publik yang menyoroti Ganjar dan beberapa pengikut mengalihkan pilihan kepada tokoh politik lainnya.
Meski Prabowo kali ini kalah dari Ganjar Pranowo, Ardha menyebutkan bahwa angka elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut cukup stabil, dengan rincian, 23,0 persen pada survei 4-7 April dan 22,3 persen pada survei 27-30 April.
Sementara Anies Baswedan tercatat cukup stabil dengan rincian 16,0 persen pada survei 4-7 April dan 15,2 persen pada survei periode 27-30 April.
Baca Juga: Sambangi Warga Saat Kunjungan ke Jogja, Prabowo Subianto Diteriaki Presiden 2024
Survei Charta Politik yang dilakukan pada periode 27-30 April menggunakan metode survei telepon pada 1.200 responden. Survei menggunakan asumsi simple random sampling dengan margin of error atau toleransi kesalahan sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.