Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi sorotan publik saat ini. Sejumlah tokoh berlomba-lomba bisa mendapatkan dukungan dari Partai politik dan masyarakat.
Setelah PDI Perjuangan mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden, peta politik seakan berubah dan partai-partai melakiukan manuver untuk mengusung tokoh-tokoh elite.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai duet Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan bisa menjadi pilihan yang rasional dan menjanjikan.
"Airlangga-Zulhas merupakan pasangan yang sangat realistis dan sudah menggenapi ambang batas presiden 20 persen," kata Adi Prayitno dikutip dari ANTARA pada Jumat (26/5/2023).
Adi Prayitno mengemukakan hal itu ketika menanggapi pertemuan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Amerika Serikat usai mereka menghadiri pertemuan tingkat menteri APEC.
Keduanya bertemu di tengah munculnya wacana duet Airlangga-Zulkifli Hasan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.
"Dua partai pengusung Golkar dan PAN dijamin mendapatkan coattail effect pada pemilu anggota legislatif, terlepas besar kecil coattail effect-nya seperti apa," jelasnya.
Dari sisi kinerja, Airlangga-Zulhas juga dianggap klop dan saling melengkapi. Keduanya saat ini menjabat sebagai menteri bidang ekonomi pada pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Airlangga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sementara Zulhas sebagai Menteri Perdagangan.
Keduanya bertemu di sela acara pertemuan tingkat menteri APEC di Detroit, Amerika Serikat, Kamis (25/5).
Baca Juga: JPU Bakal Hadirkan 17 Saksi di Sidang Mario Dandy dan Shane Lukas, Rafael Alun Bakal Dihadirkan?
"Kami memang sejak lama bersama-sama, kuat dan yang paling penting punya tiket. Sejak awal di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), komunikasi sangat baik dan guyub," kata Airlangga.
Ditanya soal kemungkinan berpasangan dengan Zulhas pada Pemilu 2024, Airlangga hanya melempar senyuman.
"Saya dan Pak Zul punya hubungan yang sangat baik. Kami sering berkomunikasi, bertukar pikiran, mencari solusi terbaik untuk berbagai persoalan bangsa ini. Di kabinet, saat ini kami sama-sama di bidang ekonomi," kata Airlangga.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulhas mengakui ada kecocokan bekerja sama dengan Menko Perekonomian Airlangga.
"Hubungan kami berdua sangat panjang dan dekat. Chemistry-nya selalu positif dan saling menguatkan dalam kerja, baik politik maupun pemerintahan," ungkap Zulhas,
Meski tanpa PPP yang menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo, Golkar dan PAN bisa mengusung sendiri pasangan calon presiden/wakil presiden. Jumlah kursi kedua parpol ini adalah 129 kursi atau 22,43 persen dari total kursi di parlemen.