Arema FC untuk kesekian kalinya menuai hasil buruk di lanjutan Liga 1. Caretaker Joko Susilo pun akhirnya dipecat.
Berlaga di Stadion Jatidiri, Semarang, Arema FC tak mampu berkutik menghadapi PSIS Semarang.
Dalam laga pekan ketujuh Liga 1 tersebut, skuat Singo Edan kembali mendapat hasil minor dengan keok 0-2.
Atas hasil tersebut, Arema FC kini berada di dasar klasemen sementara Liga 1.
Dampaknya, caretaker Joko Susilo pun akhirnya dipecat oleh manajemen Arema FC.
Situasi sulit
Joko Susilo sendiri sebetulnya menekel Arema FC dalam situasi yang sulit pascaditinggal Putu Gede.
Tercatat, saat ditinggal Putu Gede, Arema FC tak pernah menang dalam empat laga di awal musim ini.
Parahnya, situasi itupun berlanjut hingga pekan ketujuh kemarin. Di mana Arema FC hanya mampu sekali imbang sementara dua laga lainnya kalah.
Terkait situasi itu, Joko Susilo sempat membeberkan problem serius yang tengah dihadapi anak asuhnya. Gegara itu ia bahkan mengaku sangat gusar.
Salah satunya yakni soal kekompakan tim nan fluktuatif hingga membuat anak asuhnya kerap lengah. Efeknya pun fatal, Arema FC menjadi tim yang paling banyak kebobolan di musim ini dengan jumlah 17 gol.
"Teamwork kami belum solid jadi istilahnya masih kadang up kadan gdown di situ belum stabil," beber Joko Susilo di konferensi pers jelang hadapi PSIS Semarang.
Kelemahan Arema FC yang dibocorkan Joko Susilo itu tampaknya urung menunjukkan tanda perbaikan kala berhadapan PSIS Semarang. Hasilnya pun dapat dilihat dengan kekalahan telak 0-2 dari tim tuan rumah.
Dipecat
Kekalahan 2-0 dari PSIS Semarang itu sepertinya jadi titik puncak manajemen hingga akhirnya Joko Susilo dipecat sebagai caretaker Arema FC.