Bakal calon presiden (bacapres), Anies Baswedan yang diusung oleh Koalisi Perubahan untuk Pembanguna (KPP), menyebut adanya perbedaan signifikan dalam hasil survei internal mereka dibandingkan dengan hasil yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga survei lainnya.
Meskipun begitu, Anies tidak bersedia memberikan detail lebih lanjut tentang hasil survei internal KPP. Namun, ia menegaskan bahwa hasil survei yang akurat akan diumumkan pada saat yang tepat dan akan menjadi bagian dari catatan sejarah.
"Kami tidak akan mengungkapkannya saat ini. Perbedaannya jauh banget, dan itulah sebabnya kami melakukan pemeriksaan laporan-laporan kami sendiri. Kami saling memverifikasi, dan jawaban pastinya akan ditemukan dalam sejarah nanti," ujar Anies dikutip, Jumat (25/8/2023).
Perlu diketahui, survei yang dirilis oleh Political Weather Stations (PWS) pada Kamis (24/8/2023) menunjukkan bahwa mayoritas dari 1.200 responden, yaitu sebanyak 40,8 persen, memilih Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang potensial menggantikan Presiden RI Joko Widodo. Sedangkan Ganjar Pranowo mendapatkan dukungan sebesar 35,6 persen, dan Anies Baswedan sebesar 19,5 persen.
Survei terbaru dari Y-Publica menunjukkan bahwa Prabowo memiliki elektabilitas sebanyak 30,6 persen sebagai calon presiden, disusul oleh Ganjar Pranowo dengan 22,7 persen, dan Anies Baswedan dengan 13,4 persen.
Sementara itu, survei dari Litbang Kompas menunjukkan bahwa dalam berbagai simulasi, Ganjar Pranowo mendominasi dengan elektabilitas yang bervariasi, sementara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan juga memperoleh dukungan yang signifikan.
Survei dari Indikator Politik menempatkan Ganjar Pranowo di posisi teratas dengan elektabilitas 35,2 persen, diikuti oleh Prabowo dengan 33,2 persen, dan Anies dengan 23,9 persen. [ANTARA]