Partai Gerindra merespons situasi terkait kemungkinan Budiman Sudjatmiko bergabung sebagai kader mereka setelah dikeluarkan oleh PDIP karena mendukung Prabowo Subianto. Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait masa depan Budiman pasca pemecatannya dari PDIP.
Dasco menekankan bahwa perubahan yang terjadi adalah hal yang wajar di dalam partai politik, dan saat ini mereka tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
"Kami harus memberikan waktu untuk menentukan arah yang tepat," terang dia dikutip Sabtu (26/8/2023).
Dasco mengakui bahwa ia hanya mengetahui bahwa Budiman telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo. Namun, ia enggan membahas secara mendalam tentang masalah yang melibatkan Budiman dan mantan partainya.
"Ia sepertinya hanya mengungkapkan dukungannya, hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh para relawan. Kami tidak ingin mendiskusikan peran politiknya lebih lanjut," kata Dasco.
Seperti diketahui, Budiman dipecat dari PDIP karena menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden, yang bertentangan dengan keputusan partai yang mendukung kandidatnya sendiri, Ganjar Pranowo.
Pemecatan Budiman ini diumumkan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto dari DPP PDIP.
Surat tersebut mencantumkan sanksi organisasi berupa pemecatan Budiman dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Baca Juga: Resmi Dipecat dari PDIP, Budiman Sudjatmiko: Ada Bab Baru dalam Perjalanan Saya