Pada tanggal 28 September 1965, dua hari sebelum G30S/PKI, Latief mengunjungi Soeharto dan memberitahunya tentang rencana kudeta Dewan Jenderal yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 1965. Empat jam sebelum G30S/PKI dilakukan, Latief kembali melaporkan operasi ini kepada Soeharto.
Namun, Soeharto tidak menghalangi atau memberi tahu Ahmad Yani atau A.H. Nasution untuk mencegah operasi tersebut, sehingga G30S/PKI dianggap sebagai langkah perlahan Soeharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno.