Penyerang Timnas Indonesia U-23, Hokky Caraka tengah menjadi bahan perbincangan warganet usai melakukan selebrasi dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 kontra Taiwan, Sabtu (9/9/2023).
Selebrasi tersebut dilakukan oleh Hokky Caraka usai dirinya berhasil membobol gawang Taiwan. yang dilakukan oleh Hokky Caraka ternyata menimbulkan berbagai kontroversi. Tak sedikit netizen yang menegur selebrasi tersebut lantaran dianggap buruk.
Alih-alih menanggapi persoalan tersebut, Hokky Caraka justru tampak mengunggah selebrasi menutup mulut dan mencondongkan telinga itu di akun Instagram pribadinya.
Ternyata, bukan hanya Hokky Caraka, sejumlah pesepakbola Tanah Air ini juga pernah mendapatkan teguran karena selebrasi kontroversial.
1. Yabes Roni
Yabes Roni pernah melakukan selebrasi yang menyulut emosi Ferdinand Sinaga. Uniknya, selebrasi yang dilakukan oleh Yabes Roni itu bukan dari gol yang dilakukannya. Saat itu, ia maju dari bangku pemain cadangan saat Stefano Lilipaly berhasil mencetak gol.
Yabes Roni mengangkat kedua tangannya sembari membelakangi lapangan. Lantaran hal itu, Ferdinan Sinaga sontak menghampiri dan mencekiknya.
2. Mahmoud Eid
Selebrasi yang dilakukan oleh Mahmoud Eid kala membela Persebaya Surabaya juga sempat menuai kontroversi. Setelah mencetak gol ke gawang Persija Jakarta, Mahmoud Eid langsung berlari ke pinggir lapangan semberi menunjuk ke bawah.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik GP Misano 2023, Front Row Disapu Bersih 3 Rider Ducati
Gerakan tersebut kemudian disambung dengan menyilangkan kedua tangan. Gerakan tersebut ditafsirkan sebagai akhir pertandingan yang dimenangkan oleh Persebaya. Padahal, laga tersebut belum sepenuhnya berakhir.
3. Patrich Wanggai
Pemain yang satu ini juga menjadi langganan selebrasi kontroversial. Bukan hanya di laga Kalteng Putra kontra Persija Jakarta, akan tetapi juga ketika laga lewan Madura United. Ia melakukan selebrasi menutup telinga yang cukup menyulut emosi.
Selebrasi yang menyulut emosi lawan salah satunya juga pernah dilakukan oleh David da Silva. Ia melakukan hal itu saat masih beseragam Persebaya Surabaya. Selebrasi tersebut dilakukan David da Silva saat kontra Arema FC.
David da Silva melakukan selebrasi dengan cara meminta pemain Arema FC diam. Hal ini kemudian memicu kemarahan Hanif Sjahbandi yang kala itu membela Arema FC.