- IHSG ditutup melemah 2,08% Jumat lalu, namun investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp775 miliar pada saham komoditas dan big caps.
- Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas, namun harus menembus level resisten kritis di angka 8.050 untuk menghindari koreksi lanjutan.
- Bursa Wall Street bangkit signifikan pada Jumat, ditandai kenaikan indeks besar, meskipun bursa Asia-Pasifik sebagian besar mengalami pelemahan.
Suara.com - Pasar modal Indonesia bersiap mengawali pekan ini dengan sentimen yang beragam. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 2,08% pada penutupan Jumat lalu, secercah harapan muncul dari aktivitas investor mancanegara.
Tercatat, pemodal asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai kurang lebih Rp775 miliar, dengan fokus utama pada saham-saham big caps dan komoditas.
Beberapa emiten yang menjadi incaran utama asing di akhir pekan lalu meliputi BMRI, BUMI, TLKM, ANTM, dan ASII.
Aksi akumulasi di tengah penurunan indeks ini mengindikasikan bahwa investor institusi masih melihat peluang nilai pada harga saat ini.
Proyeksi IHSG: Uji Level Resisten 8.050
Berdasarkan analisis dari Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNIS Sekuritas, IHSG diprediksi memiliki ruang untuk menguat secara terbatas hari ini.
Namun, investor tetap dihimbau untuk waspada selama indeks belum mampu menembus level psikologis tertentu.
"IHSG masih sangat rentan terhadap koreksi lanjutan jika belum mampu melakukan breakout di atas level 8.050," jelas Fanny dalam kajiannya.
Berikut adalah level teknikal IHSG yang perlu dicermati hari ini:
Baca Juga: IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
Area Support: 7.780 – 7.850
Area Resisten: 8.000 – 8.050
Trading Idea & Rekomendasi Saham Hari Ini
Sejumlah sekuritas telah merilis daftar saham pilihan yang menarik untuk dicermati oleh para trader dan investor di kota-kota besar Indonesia:
Rekomendasi BNIS Sekuritas:
Sektor Komoditas & Logam: ANTM, BUMI, HRTA, ARCI
Sektor Konsumsi & Industri: JPFA, AGII