joglo

Ini Hitung-hitungan Politik Jika Mahfud MD Maju menjadi Cawapres dari Ganjar Pranowo

Suara Joglo Suara.Com
Selasa, 12 September 2023 | 20:47 WIB
Ini Hitung-hitungan Politik Jika Mahfud MD Maju menjadi Cawapres dari Ganjar Pranowo
Menko Polhukam Mahfud MD. (Instagram/mohmahfudmd)

Menkopolhukam Mahfud MD digadang-gadang bisa menjadi bakal calon wakil presiden dari Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu bisa menjadi solusi PDI Perjuangan 

Lalu bagaimana hitung-htungan politik jika Mahfud MD menjadi bakal calon wakil presiden?

Pengamat Komunikasi dan Politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo mengemukakan bahwa Mahfud MD dapat mendongkrak elektoral Ganjar Pranowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dari kalangan milenial. 

"Saat ini data pemilih milenial mencapai 61 persen dari total pemilih, dan lebih dari 70 persen pemilih milenial itu melek digital dan memiliki akses untuk mencari track record orang yang akan mereka pilih," kata Suko dikutip dari ANTARA pada Selasa (12/9/2023)
 
Sejauh ini bagi Suko, Mahfud MD menjadi sosok yang kuat bagi anak muda.
 
"Saya melihat dari media sosial, komunikasi politik, kinerja, dan isu-isu, saya kira dari aspek popularitas dan tren preferensi cukup tinggi di Mahfud MD. Sekala-nya itu nasional bukan hanya di Jawa Timur semata," ucap Suko.
 
Menurutnya, Mahfud memiliki magnet atau daya tarik yang kuat bagi pemilih mendatang yang menginginkan penegakan hukum dan pemberantasan kriminalitas baik white collar crime atau blue collar crime.
 
"Meski secara usia bukan lagi milenial, namun Mahfud bisa masuk ke segmentasi itu tanpa khawatir dan tanpa polesan. Duduk persoalan hukum dan bisa memberikan solusi bagi problem yang selama ini jadi pembicaraan anak muda," ujarnya.
 
Dia menilai Mahfud MD menjembatani Ganjar dengan para pemilih dari kalangan nahdliyin.
 Apalagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulana (PBNU) sudah menegaskan bahwa PBNU tidak bermain politik, maka kesempatan Mahfud sangatlah terbuka lebar.

Selain itu, aktif-nya Mahfud MD di dunia digital membuatnya lebih mudah berkolaborasi dengan Ganjar yang selama ini juga aktif di dunia digital.

"Mendongkrak elektoral, sangat mungkin. Saat ini kan kader-kader NU lebih bebas untuk berkomunikasi dengan siapa pun, karena PBNU tidak berafiliasi langsung dengan PKB. Hari ini itu Mahfud bagaikan magnet, terutama di pemilih milenial ya," tuturnya.
 
Suko juga mengatakan jika Ganjar dipasangkan dengan Mahfud akan menambah daya kekuatan pada Pilpres 2024.
 
"Popularitas cukup tinggi, kinerja oke, NU, berasal dari Jatim, ya sangat bisa berpasangan. Jika mereka mau dipasangkan, saya rasa tinggal diujicobakan saja, 'dicek ombak'. Dilihat nanti respon dan ukuran keterpilihannya," imbuhnya.
 
Tak hanya itu, sosok nahdliyin yang melekat pada Mahfud MD bisa membuka jalan bagi Ganjar Pranowo untuk silaturahmi dengan ulama dan kiai-kiai khos Jawa Timur. Di Madura pun, bisa jadi Ganjar akan memiliki suara yang lumayan dengan adanya sosok Mahfud MD.
 
Bagi Suko, selain pembahasan atau brainstorming visi, misi, dan program, pertemuan Ganjar dan Mahfud juga bisa dilihat sebagai komunikasi penjajakan keduanya untuk Pilpres mendatang.

"Apa pun nanti posisi yang akan diemban Mahfud MD, baik sebagai bakal cawapres maupun tim sukses, Ganjar sudah memiliki ide besar yang sudah dia godok bersama menteri asal Madura tersebut," tuturnya.
 
Apalagi di Jawa Timur, Ganjar juga butuh sosok untuk merangkul pemilih yang berbasis santri atau kaum nahdliyin, termasuk milenial.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

Baca Juga: PKB dan PKS Tegaskan Tak Pernah Kedepankan Politik Identitas untuk Menangkan Anies-Muhaimin

Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga, pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI