Kabar mengejutkan datang dari Ramadhan Sananta usai batal bergabung dengan Timnas Indonesia U-24 di ajang Asian Games 2023.
Bomber berusia 20 tahun itu tak dilepas klubnya Persis Solo.
Persis Solo memberikan respons sekaligus mengajukan permohonan maaf karena Ramadhan Sananta akan tetap bersama tim untuk mengikuti kompetisi BRI Liga 1 mendatang.
"Keputusan ini kami ambil dengan mempertimbangkan peran vital Sananta dalam tim untuk melakoni kompetisi BRI Liga 1, sekaligus menimbang kondisi tim yang sedang memiliki opsi terbatas untuk pemain di posisi penyerang," tulis pernyataan klub, Minggu (17/9/2023) malam.
Sontak saja, keputusan itu mengagetkan banyak pihak mengingat sebelumnya Persis Solo bersedia melepas mantan striker PSM makassar tersebut.
Pengamat dan komentator sepak bola Ronny Pangemanan bahkan menyebut pelatih Timnas Indonesia U-24, kecewa berat dengan keputusan itu.
"Saya baru saja berkomunikasi dengna beliau dan tentu agak kecewa. Wajar ya karena urusan Ramadhan Sananta sudah clear sejak awal," kata sosok yang akrab disapa Bung Ropan melalui channel Youtube Bung Ropan yang dilansir Suara Joglo, Senin (18/9/2023).
Dia memaparkan, keputusan menahan Ramadhan Sananta ke Timnas Indonesia U-24 juga bentuk ingkar janji dari Persis Solo.
Sebab sedari awal, Indra Sjafri sudah berkomunikasi dengan manajemen tim Laskar Sambernyawa termasuk manajer
Chairul Basalamah dan bersedia melepas eks bomber PSM Makassar itu.
Baca Juga: Bilqis Anak Ayu Ting Ting Cantik Bikin Pangling, Warganet Sentil Enji Baskoro: Nyesel Kan?
Menurutnya, PSSI dan juga tim pelatih Timnas Indonesia U-24 sudah memenuhi perminttan Persis Solo untuk meminjam Sananta di pertandingan melawan PSIS Semarang, Sabtu (16/9/2023) malam.
"Permintaan Persis agar Sananta bermain lawan PSIS sudah dipenuhi. Kalau sekarang berarti melanggar kesepakatan dan hal ini tidak bisa diterima," jelas dia.
Bung Ropan memaparkan, Persis Solo seharusnya memberikan penolakan sedari awal jika kondisi tim sedang kriris pemain depan. Kondisi itu juga dilakukan Persib Bandung yang enggan melepas Marc Klok dan menggantikan dengan Rachmat Irianto.
"Jangan semuanya sudah diurus tahu-tahu dibatalkan. Wajar kalau Indra Sjafri kecewa," tegas Bung Ropan.