- Didi Sutjiati
- Didi Pudjiati
- Titi Wahjuti Satyaningrum
Sepak Terjang Perjuangan Jenderal Sudirman
Sebelum bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (Peta) Sudirman mengabdikan diri untuk mengajar sebagai guru pada sekolah dasar Muhammadiyah di Cilacap sekaligus menjadi penanggung jawab organisasi Pramuka Hizbul Wathan. Bahkan ia sempat diberikan Amanah untuk menjadi kepala sekolah meskipun tidak memiliki ijazah sebagai seorang guru.
Barulah pada 1944 Sudirman resmi bergabung sebagai tentara Pembela Tanah Air (peta) di Bogor, karena reputasi yang sudah dibangun sebelumnya akhirnya ia dipercaya oleh masyarakat sekitar untuk mengemban tugas sebagai komandan (daidanco). Salah satu peran penting Sudirman dalam memerdekakan Indonesia adalah ketika ia berhasil merebut senjata dari tentara Jepang di Banyumas pasca Indonesia melepaskan diri dari jajahan Jepang.
Kurang lengkap rasanya jika tidak membahas taktik gerilya yang berhasil dilakukan oleh Jenderal Sudirman, pada November 1945 terjadi sebuah perang besar antara Indonesia melawan Inggris yang dilakukan di Palagan Ambarawa, ini merupakan perang terbesar yang pernah dipimpin olehnya. Berkat strategi gerilya yang ia terapkan Indonesia berhasil mengusir Inggris kala itu.
Jenderal Sudirman merupakan sosok yang penting dalam pembentukan TNI. Pasalnya Jenderal Sudirman menjadi Panglima Besar TNI pertama di Indonesia. Dirinya juga memimpin banyak pasukan terutama saat Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda setelah mengumumkan Kemerdekaan.
Demikian informasi mengenai biografi Jenderal Soedirman yang merupakan salah satu pendiri TNI. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi.
Baca Juga: Pratama Arhan Dihina Miskin, Asnawi Mangkualam 'Serang' Balik Marshella Aprillia