Dipolisikan Buntut Isu Janda Kaya Nikahi Pengangguran, Relawan Gibran Curiga Upaya Jegal Suswono di Pilkada

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 31 Oktober 2024 | 19:23 WIB
Dipolisikan Buntut Isu Janda Kaya Nikahi Pengangguran, Relawan Gibran Curiga Upaya Jegal Suswono di Pilkada
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Suswono dalam debat kedua Pilkada 2024 di Beach City International Stadium, Jakarta, Minggu (27/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketua Umum Gibran Fans Garuda Indonesia, Riadus Surya atau Gus Ari angkat bicara terkait ucapan kontroversial Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut satu, Suswono soal usulan janda kaya menikahi pemuda pengangguran.

Meski menyayangkan atas ucapan Suswono, Gus Ari meminta agar masyarakat khususnya di Jakarta tidak gampang provokasi sehingga makin memperkeruh situasi pada momentum Pilkada 2024. Sebab, menurutnya, Suswono telah melayangkan permintaan maaf atas ucapannya tersebut.

“Kami menyayangkan peristiwa itu terjadi. Namun sebagai seorang muslim, Pak Suswono mengakui kesalahannya dan meminta maaf ke publik," ujarnya kepada wartawan, Kamis (31/10/2024).

Walau menyayangkan atas ucapan itu, Gus Ari berharap pernyataan Suswono tidak berujung pada pelaporan ke polisi.

"Saya kira kita semua bisa memaafkannya dan tidak lagi menunjukkan reaksi berlebihan apalagi melaporkan ke kepolisian. Ini sama saja mencerminkan sikap pembenci, bukan pemaaf sebagaimana kita orang timur yang berbudi luhur dan budi pekerti,” ujarnya.

 Ketua Umum Gibran Fans Garuda Indonesia, Riadus Surya atau Gus Ari. (ist)
Ketua Umum Gibran Fans Garuda Indonesia, Riadus Surya atau Gus Ari. (ist)

Meski ucapan Suswono telan melukai hati umat islam lantaran menyinggung Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah, dia meminta agar semua pihak tidak merespons berlebihan atas ucapan kontroversial Suswono.

“Kalau pernyataan Pak Suswono tidak dimaafkan apalagi diproses melalui jalur hukum, ini namanya pembenci dan bertolak belakang dengan sikap Nabi Muhammad. Saya kira jangan lah berlebihan,” ujarnya.

Lantaran Suswono telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, dia meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan pihak yang disebut sengaja membesarkan isu tersebut.

Menurutnya, ada upaya menggunakan politik identitas sebagai cara menjegal Pilkada Jakarta agar berlangsung dengan panas dan tidak kondusif.

baca juga

“Ada upaya menggunakan politik identitas dalam Pilkada Jakarta. Tujuannya jelas, agar Ridwan Kamil dan Suswono kalah dan pelaksanaan Pilkada tidak kondusif. Ini namanya menjegal Pilkada,” katanya.

“Yuk warga Jakarta, jangan terprovokasi dalam pesta demokrasi ini. Kita tunjukan bahwa rakyat Indonesia adalah bangsa yang berjiwa besar dan menjunjung tinggi nilai etika dan persatuan,” imbuhnya.

Dipolisikan Meski Sudah Minta Maaf

Ormas Betawi Bangkit melaporkan calon wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Suswono. ke Polda Metro Jaya. Suswono dipolisikan buntut penyataan soal janda kaya diminta untuk menikahi pemuda pengangguran, layaknya Siti Khadijah yang menikah dengan Nabi Muhammad.

“Ini satu hari yang sangat sedih buat saya karena saya selaku individu, anak betawi harus melaporkan orang tua yang dimana beliau saya rasa telah merendahkan Nabi besar kita, Rasulullah SAW,” kata Ketua Umum Ormas Betawi Bangkit, David Darmawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (29/10/2024).

David mengatakan, meski secara resmi Suswono telah meminta maaf atas ucapannya. Namun, sebagai seorang muslim, David mengaku masih merasa marah akibat ucapan tersebut.

Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Suswono. (Suara.com/Fakhri)
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta nomor urut satu, Suswono. (Suara.com/Fakhri)

“Saya sebagai anak Betawi, sebagai seorang muslim, hati saya masih terbakar ya, darah saya mendidih gitu,” jelasnya.

“Beliau menyamakan Nabi besar kita, Nabi Muhammad disamakan seperti pemuda pengangguran kita gitu,” tambahnya.

Diketahui, pernyataan kontroversial Suswono itu disampaikannya saat membahas program kartu anak yatim. Dirinya bercerita ada warga yang bertanya soal program kartu janda. 

"Waktu dialog ini, ada yang bertanya 'Pak, ada kartu janda enggak'? Saya pastikan kalau janda miskin pasti ada. Tapi masa janda kaya minta kartu juga?" kata Suswono.

"Saya sarankan janda kaya tolong nikahi pemuda yang nganggur. Setuju ya," sambungnya. 

Pendamping dari calon gubernur Ridwan Kamil (RK) ini mencontohkan kisah Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW.

Dirinya berkata bahwa Siti Khadijah berstatus janda kaya saat menikah dengan Rasulullah. Kala itu Khadijah berusia 40 tahun dan Muhammad berusia 25 tahun.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Ini Cuma Lihat di TV, Emak-emak Langsung Curhat saat RK Blusukan di Jaktim: Cucu 2 Belum Dapat KJP, Saya Bingung

Selama Ini Cuma Lihat di TV, Emak-emak Langsung Curhat saat RK Blusukan di Jaktim: Cucu 2 Belum Dapat KJP, Saya Bingung

Kotak Suara | Kamis, 31 Oktober 2024 | 17:41 WIB

Pramono Kaget Pertemuannya dengan Politisi KIM Plus Terendus Media: Saya Cagub untuk Semua Golongan dan Partai

Pramono Kaget Pertemuannya dengan Politisi KIM Plus Terendus Media: Saya Cagub untuk Semua Golongan dan Partai

Kotak Suara | Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:05 WIB

Ungkap Penyebab Lulusan SMK Banyak jadi Pengangguran, Komisi X DPR: Ada Diskriminasi Kualitas Sekolah

Ungkap Penyebab Lulusan SMK Banyak jadi Pengangguran, Komisi X DPR: Ada Diskriminasi Kualitas Sekolah

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 21:50 WIB

Sentil Suswono, Tim Pramono-Rano: Humor Calon Pemimpin Kok Rendahkan Perempuan?

Sentil Suswono, Tim Pramono-Rano: Humor Calon Pemimpin Kok Rendahkan Perempuan?

Video | Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:05 WIB

Terkini

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×