Pengamat Politik Refly Harun mengungkap ajang balapan mobil listrik Formula E lebih bagus digelar tanpa sponsor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, dibandingkan dengan gelaran tahun 2023, Formula E tahun 2022 yang digelar di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih bagus karena tidak disponsori BUMN.
Alasannya, BUMN dinilai lebih profesional justru ketika tidak memberikan sponsor terhadap ajang balapan yang tidak berkaitan dengan branding produknya.
“Maksudnya bagusnya begini. Yang ingin saya katakan adalah kalau misalnya Pertamina disuruh mesponsori tanpa kejelasan apa yang mau di-branding harusnya secara profesional dia tidak boleh dong mesponsori itu,” ujar Refly, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Senin (5/6/2023).
Apalagi, alasan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati saat menolak memberi sponsor di Formula E tahun 2022 belum dicabut.
Selain itu, kondisi balapan mobil listrik itu tahun 2023 ini kurang lebih sama dengan kondisi balapan mobil listrik yang digelar di era Anies.
“Yang jelas alasan 2022 itu kan belum dicabut. Kondisinya kurang lebih sama, tidak berbeda. Jadi apa yang menyebabkan kemudian Nicke Widyawati, Dirut yang sama kemudian mau mesponsori gelaran kali ini,” tutur Refly.
Untuk diketahui, saat gelaran Formula E tahun 2022, Nicke Widyawati beralasan kendaraan yang digunakan di ajang Formula E berbasis listrik sehingga tidak bisa memberikan sponsor.
“Kami mau branding apa? Mobilnya tanpa pelumas dan BBM,” ujar Nicke di Graha Pertamina pada Rabu (8/6/2022).
Masih dengan platform kendaraan yang sama, Pertamina menjadi sponsor ajang Formula E 2023. Setidaknya ada dua perusahaan BUMN yang menjadi sponsor Formula E tahun 2023 yaitu Pertamina dan Pertamina Renewable Diesel.