Juru bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menyoroti perihal penolakan Ukraina terhadap usulan damai yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Hal itu ditanggapi Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Teddy Gusnaidi mengungkapkan hal itu ialah pilihan Ukraina sendiri terkait mau tetap berperang dengan Rusia atau memang mau menghentikan perang itu.
Teddy Gusnaidi menegaskan bahwa memang Ukraina bersikukuh tetap berperang, maka apapun usulan semacam perdamaian akan ditolak.
"Tentu itu adalah pilihan dari Ukraina itu sendiri, mereka mau tetap berperang atau mereka mau menghentikan perang. Kalau pilihan mereka untuk terus berperang, tentu apapun usulan yang mengarahkan pada perdamaian, akan dianggap aneh dan ditolak," tutur Teddy Gusnaidi dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @TeddGus, Kamis (8/6).
Lebih lanjut, Teddy Gusnaidi menegaskan bahwa ketika Ukraina memutuskan untuk ingin terus berperang yang tampak dari usulan perdamaian yang mewakili Indonesia itu ditolak, tentunya itu tak jadi aib.
Teddy Gusnaidi pun menyebut bahwa Indonesia pada dasarnya hanya menjalankan misi perdamaian.
"Indonesia telah memberikan usulan dan ketika usulan itu ditolak oleh negara yang memang ingin terus berperang, maka itu bukanlah aib bagi bangsa ini. Yang pasti, cermin Indonesia bukan seperti penilaian Ukraina, cermin Indonesia adalah perdamaian bukan mendukung konflik seperti yang diinginkan oleh Ukraina," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa penolakan dari Ukraina itu diucapkan oleh Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, seperti dikutip AFP, Sabtu (3/6/2023). Reznikov mengungkap hal tersebut usai proposal damai yang diajukan Prabowo ketika berpidato di Shangri-La Dialogue di Singapura.
Alasan Reznikov menolak mentah-mentah proposal tersebut karena usulan yang diajukan Prabowo terdengar seperti usulan Rusia, bukan Indonesia.
"Terdengar seperti usulan Rusia, bukan usulan Indonesia. Kami tidak butuh mediator seperti ini datang ke kami (dengan) rencana aneh ini," ujar Reznikov.
Dikutip dari kantor berita Antara, proposal Prabowo tersebut berisi tiga poin untuk menghentikan perang yaitu gencatan senjata, penarikan pasukan, dan referendum.