Adapun asal-usul lembaga survei pertama di Indonesia berawal dari komprompi dunia yang mulai masuk pada masa transisi menuju demokrasi.
“Asal-usul lembaga itu dari awal itu adalah hasil kompromi dunia. Dunia pada waktu itu mulai masuk dalam transisi demokrasi ketiga,” jelas Rocky.
Oleh karena itu, sangat disayangkan dana asing yang digunakan untuk mem-backup demokrasi di Indonesia justru dibatalkan oleh perilaku lembaga survei yang tampak bertujuan untuk menggiring opini publik.
“Jadi bukan Cuma Indonesia yang dapat dana dari asing. Itu intinya. Tetapi dana asing itu dimaksudkan untuk memperkuat demokrasi,” sambung Rocky.