Pegiat media sosial, Eko Widodo, menantang PDI Perjuangan (PDIP) memecat Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena keluarganya berbeda haluan politik.
Sebelumnya, putra bungsu Presiden Jokowi yakni Kaesang Pangarep tertangkap berfoto dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha.
Foto tersebut diunggah Kaesang di media sosialnya. Di kolom caption, Giring mengatkaan bahwa dirinya dan Kaesang hanya mengobrol.
“Biasanya orang orang biasa yang biasa-biasa aja, ngobrol biasa itu biasa. Tapi jika keduanya bisa-bisanya pakai kaos biasa dari partai biasa yang isinya orang-orang biasa, tentu bisa jadi luar biasa biasa,” kata Giring dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Jumat (9/6).
Menanggapi hal tersebut, Eko menantang PDIP untuk memecat Jokowi lantaran putranya berbeda haluan politik.
“Apakah @PDI_Perjuangan berani memecat @Jokowi karena @kaesangp malah ke @psi_id, jangan beraninya cuma sama pengurus daerah saja,” ujar Eko, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ekowboy2 pada Jumat (9/6/2023).
Seandainya Megawati konsisten, tentu bisa memecat Presiden Jokowi. “Kalau memang Megawati konsisten Jokowi harus dipecat,” sambung Eko.
Pasalnya, sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP resmi mencopot Murad Ismail dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Maluku. Murad dicopot karena dianggap tak menunjukkan sikap terpuji saat dimintai klarifikasi soal kepindahan istrinya dari PDIP.
Ketua DPP PDIP, Sri Rahayu, mengatakan Murad menunjukkan sikap emosional saat dimintai klarifikasi oleh Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat.
"Atas dasar hal tersebut, maka Partai mengambil keputusan membebastugaskan Sdr Murad Ismail dari jabatan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan," kata Sri dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5). Sementara itu, Sri mengatakan bahwa di PDIP ada aturan dalam satu keluarga tidak boleh berbeda partai.