Penggiat Media Sosial, Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) menyoroti upaya politik merangkul yang gencar dilakukan oleh PDI Perjuangan (PDIP).
Dirinya mencurigai hal ini dilakukan karena jagoan partai berlambang kepala banteng tersebut kurang diminati, oleh kerenannya gencar mempromosikan sosok dari Ganjar Pranowo.
"Apakah artinya CAPRES Jagoan kalian sebenarnya tidak laku?" cuitnya dalam akun twitter pribadinya @DokterTifa, dikutip Suara Liberte, Senin (12/6/2023).
Tak hanya itu, Ganjar yang diketahui memiliki elektabilitas tinggi juga menjadi sorotan, ia menduga bahwa mungkinkah tingginya popularitas sosok tersebut hanya kebohongan belaka.
"Apakah ini artinya Elektabilitas Capres kalian yang tinggi hasil bikininan Lembaga-Lembaga Survei Bayaran itu memang bohongan seperti tuduhan selama ini?" ungkapnya.
Menurutnya, Ganjar sendiri tak akan bisa bersatu dengan sosok dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal tersebut karena menurutnya, keduanya adalah tokoh politik yang berlawanan arah antara satu sama lain.
"Mau kalian jadikan Ganjar - AHY? engga lucu dan ngga bisa. Seperti minyak sama air," pungkasnya.
Di sisi lain, PDIP mengaku dengan segala kerendahan hatinya telah menawarkan suatu kerja sama dengan Partai Demokrat di Pilpres 2024.
Pihaknya juga mengatakan komunikasi secara intens juga terus dilakukan, khususnya terkait dengan pencalonan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
"Jadi ya inilah, kami dengan kerendahan hati menawarkan suatu kerja sama. Apalagi Pak Ganjar itu diterima luas. Bayangkan, baru dalam waktu 50 hari setelah diumumkan, langsung elektoralnya melejit dibandingkan yang sudah 7 bulan 9 bulan," ucapnya.
"Artinya apa yang diputuskan Ibu Mega itu sejiwa dengan kehendak dan harapan rakyat," pungkas anak buah dari Megawati Soekarnoputri ini.