Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan bahwa Partai Perindo harus memaksimalkan kerja sama politiknya dengan PDI Perjuangan dalam mendukung calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.
Ia menilai, elektabilitas Perindo saat ini sudah di angka 4,5% sampai 5% persen menurut lembaga survei. Ini berarti, dukungan terhadap Ganjar akan mendorong Perindo menatap baik tahun 2024.
"Dalam survei yang ada saat ini, elektabilitas Perindo ada di angka 4,5% sampai dengan 5 persen. Kabar baik ini perlu dirawat," katanya dalam wawancara dengan MNC News dikutip Liberte Suara, Senin (12/6/2023).
Menurut Adi, capaian baru partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu tidak hanya diperoleh setelah berkoalisi dengan PDIP untuk mendukung Ganjar.
Pergerakan dan akselerasi Perindo, kata dia, sudah dilakukan jauh-jauh hari dari pemilihan umum (pemilu).
"Gerakan politik Perindo dilakukan secara sistematis dan struktural, contohnya seperti gerobak dan ambulan Perindo, serta bantuan UMKM. Dengan demikian, ketika bergabung dengan PDIP akan semakin memantik Perindo menatap di tahun 2024," ujarnya.
Lebih dari itu, kemenangan Perindo bukan hanya pada pemilihan presiden (pilpres) tetapi juga pada pemilihan legislatif (pileg), terang Adi.
Sementara Ketua Umum Pemuda Perindo Effendi Syahputra mengatakan bahwa partainya memasang target untuk dapat lolos ke parlemen.
"Partai Perindo ingin lolos ke senayan, sehingga kita betul-betul memaksimalkan koalisi dengan PDIP tidak hanya untuk pilpres, tapi pileg dan pilkada," kata Effendi.
Target angka yang dimaksud, kata Effendi, sudah jelas sesuai peraturan ada di atas 4%.
"Jumlahnya, target Perindo lolos ke parlemen, tentu di atas 4%," tegasnya.