"Bahkan kami mensinyalir justru yang bersangkutan menawarkan kepada Bacaleg nomer urut 2 untuk menerima kompensasi dari dia. Namun Bacaleg nomer 2 menolak mentah-mentah, jadi indikasi ini harus didalami, yang jadi pemicu fitnah tersebut," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Nasdem Indramayu, Husen Ibrahim mengaku kecewa dirinya tak jadi di posisi nomor yang diinginkannya dalam Pemilu 2024.
Hal tersebut karena dirinya diminta untuk memberikan mahar yang jumlahnya lebih dari Rp 3 miliar. Hal inilah yang membuat ramai-ramai kader partai tersebut hengkang.
"Saat kami mempertanyakan masalah nomor urut 3, DPW lakukan rapat dan memutuskan saya boleh dipindah ke nomor urut 2 dengan catatan Rp 3,5 miliar harus disiapkan sebagai kompensasinya," jelasnya.