"Agendanya, pasti dalam konteks bukan semata-mata dalam kepentingan strategis ke depannya, tapi ada hal yang lebih taktis lah," kata Saan dalam acara Satu Meja The Forum, dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (15/6/2023).
"Taktis misalnya, sudah dijelaskan tadi itu Mbak Puan sudah ngomong, bahwa Mas AHY masuk dalam radar cawapres. Ini kan penting kan," tambah dia.
Oleh karena itu, Saan meyakini jika pertemuan itu adalah tindak lanjut dari pernyataan Puan bahwa AHY masuk dalam radar cawapres Ganjar Pranowo.
Namun yang menjadi pertanyaannya kemudian, mengapa rencana pertemuan ini baru muncul empat bulan sebelum pendaftaran bakal pasangan calon (paslon) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Untuk itu, ia menilai bukan tidak mungkin pertemuan Puan-AHY membahas soal Pemilu 2024.
"Orang kan berpikir 4 bulan sudah mau pemilu," imbuhnya.
Saan menambahkan, berbagai pertemuan elite partai politik selalu dipantau oleh Nasdem. Dia sendiri berpandangan bahwa pertemuan-pertemuan itu pasti membicarakan hal penting.
"Menurut saya, di tengah suasana politik yang dinamis menjelang pemilu dan sebagainya, pertemuan berbagai pimpinan partai itu menjadi penting," pungkasnya.
Baca Juga: Koar-Koar Lagi, Ibu Virgoun Ngaku Dibully Usai Anaknya Pilih Mualaf dan Nikahi Inara Rusli