Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyinggung perihal pembegalan Partai Demokrat yang dituduhkan kepada salah satu anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu KSP Moeldoko.
Mulanya, Jhon merespon putusan Mahkamah Konstitusi soal Pemilu tetap menggunakan sistem proporsional terbuka. Menurut Jhon, seandainya mau, Presiden Jokowi bisa mengesahkan Pemilu sistem proporsional tertutup.
Namun, Presiden Jokowi tidak seserakah itu dan dia memiliki sikap kenegarawanan. Meski isu sistem Pemilu itu sensitif namun Presiden Jokowi bisa lebih berperan karena memiliki sikap kenegarawanan.
“Orang yang melihat dgn seksama, Jokowilah yang jauh lebih BERPERAN dgn sikap negarawannya,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Jumat (16/6/2023).
Hal tersebut juga berlaku dalam persoalan Partai Demokrat. KSP Moeldoko diketahui mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Partai Demokrat.
“Termasuk soal partai Demokrat. Mudah saja jika Jokowi TAK MENGAKUI kepengurusan AHY sbg pengurus yg sah,” sambungnya.
Ia merunut sebanyak 16 kali kepengurusan Partai Demokrat digugat dan sebanyak 16 kali itu pula gugatan itu gugur. Menurutnya, jika presiden jahat, Demokrat dipastikan lepas dari gegnggaman Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“16 kali Demokrat digugat, 16 kali juga gugatan itu GUGUR. Jika Jokowi mau JAHAT, sudah dari dulu anak magang AHY TENGGELAM dari kancah politik,” jelas Jhon.
Pendukung Ganjar Pranowo ini kemudian menyinggung perihal Jokosi yang merangkul Prabowo Subianto dengan mengajaknya ke kabinet.
“Tapi apakah demokrasi selamanya mesti menjatuhkan lawan? Bagi Jokowi tentu tidak. Prabowo saja dirangkul, apalagi cuma Demokrat,” ujar Jhon.