Pengacara Terkemuka, Tatak Ujiyati menyoroti wejangan soal memilih pemimpin yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dirinya terlihat kurang setuju dengan pernyataan orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut, ia menilai ada yang salah dari pernyataan sosok pemimpin bangsa dari Indonesia.
Salah satunya adalah bagaimana mantan gubernur tersebut menilai dalam memilih seorang pemimpin, jangan sampai masyarakat memilih seseorang yang menjadikan keadaan tidak normal, hal ini dikritik oleh Tatak.
Menurutnya justru perubahan itu harus dilakukan jika keadaan yang dinilai normal tersebut dipenuhi oleh sejumlah masalah seperti korupsi hingga oligarki.
"Jika keadaan yang normal itu korup dan dikuasai segelintir elite bagaimana Pak? Masak kita harus tetap menormalisasi keadaan?" cuitnya dalam akun twitter pribadinya @tatakujiyati, dikutip Suara Liberte, Senin (19/6/2023).
Lagipula menurutnya, perubahan tak akan bisa ditahan. Loyalis Anies Baswedan ini mengatakan bahwa perubahan akan datang demi esok yang lebih baik.
"Perubahan itu alamiah, kita ingin hari esok lebih baik dari hari ini," jelasnya dalam media sosial.
Diketahui, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin demi keberlangsungan langkah baik yang dimiliki oleh Indonesia. Dirinya mengatakan salah langkah bisa membuat hal ini berubah total.
"Jangan sampai keadaan yang normal karena kekeliruan kita memilih pemimpin, jadi keadaannya tidak normal," ucap Jokowi di Jakarta, Sabtu (17/6/2023)
Baca Juga: Fokus Antarkan Prabowo Menuju Kursi Jokowi, Elite Gerindra: Kita Harus Tuntaskan Perjuangan!