Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkapkan kondisi yang berbeda apabila status pandemi berubah menjadi endemi.
Adapun Jokowi menyebut, pasien Covid-19 tidak bisa mendapatkan penanganan kesehatan secara cuma-cuma apabila sudah masuk ke endemi.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa apakah emang tujuannya agar harus membayar.
Eko Jhones juga mengherankan kalau ternyata ada ada perubahan status soal Covid-19 yakni menjadi bayar.
"Oh tujuannya itu toh? Kirain udah gak ada lagi covid ternyata cuma merubah status dari gratis jadi bayar tok," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Senin (19/6).
Sementara itu, Jokowi menyampaikan hal tersebut pada saat menghadiri peringatan satu dekade Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/6).
"Ini hati-hati kalau sudah masuk endemi kalau kena Covid-19 bayar. Saat ini masih ditanggung pemerintah, begitu masuk endemi —jangan tepuk tangan dulu— sakit Covid-19 bayar. Konsekuensinya itu," ujar Jokowi.
Adapun dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengungkapkan kalau pemerintah bakal menyatakan status endemi untuk Covid-19 dalam satu hingga dua pekan mendatang.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan telah memutuskan Indonesia segera memasuki status endemi Covid-19 atas pertimbangan jumlah kasus harian dan kasus aktif Covid-19 yang melandai serta luasnya cakupan vaksinasi Covid-19.
"Sudah kami putuskan untuk masuk ke endemi, tetapi kapan diumumkan, (ini) baru dimatangkan, dalam seminggu, dua minggu," kata kata Jokowi setelah membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (14/6).