Ekonom Senior, Rizal Ramli kembali memberikan kritikan menohok soal pembangunan proyek dari IKN Nusantara. Ia menyebut proyek tersebut adalah proyek gagal.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena tak adanya perencanaan yang matang bahkan terkesan buru-buru untuk segera diselesaikan demi kepentingan politis.
Dirinya mengatakan proyek ini kemungkinan besar akan berakhir seperti kereta cepat yang biaya pembangunannya terus naik hingga delay. Ia meminta hal ini disadari oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Pak Jokowi, ini proyek gagal tanpa perencanaan yang matang, seolah-olah dari swasta, buntutnya nanti kayak kereta api cepat," ungkapnya dalam sebuah video dalam Youtube Medcom Id, dikutip Suara Liberte, Selasa (20/6/2023).
Mantan menteri ini mengatakan sebaiknya proyek tersebut dibatalkan, caranya dengan menggunakan perppu yang bisa diterbitkan oleh presiden selanjutnya di 2024.
Sementara itu, anggaran yang sebelumnya dialokasi untuk hal tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan potensi setiap daerah untuk menjadi lebih maksimal.
"Pak Jokowi berhenti jadi presiden, kita batalkan ibu kota baru ini, dengan perppu aja, cukup. Yang ada ya kita manfaatkan semaksimal mungkin, tapi kita ubah dengan adanya Undang-Undang Alokasi Umum dan Alokasi Khusus," tuturnya.
Dengan hal ini, pemerataan pembangunan akan lebih cepat terlaksana tanpa menunggu suksesnya mimpi yang dimiliki oleh Jokowi.
"Sehingga daerah-daerah bisa berkembang lebih hebat, lebih cepat dari mimpi asal-asalan, mimpi ngelindurnya Pak Jokowi," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sendiri telah membuka alasannya mengapa dirinya berani mengambil langkah untuk menghadirkan pembangunan dari Ibu Kota Nusantara (IKN)
Dirinya mengungkapkan bahwa alasan utama dari ambisi tersebut adalah pemerataan baik dari sisi ekonomi, penduduk, maupun pembangunan.
"Semuanya ada di Jawa, 58 persen (PDB ekonomi), dan 56 persen penduduk Indonesia itu ada di Jawa. Betapa sangat padatnya Pulau Jawa sehingga memerlukan yang namanya pemerataan pembangunan tidak Jawasentris tapi Indonesiasentris," ujarnya, Rabu (22/2/2023).