Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti respon Anies Baswedan soal pengumuman calon wakil presiden yang dipersoalkan Partai NasDem dan Partai Demokrat.
Seperti diketahui, Partai Demokrat menginginkan pengumuman calon wakil presiden Anies Baswedan diummkan sebelum berangkat haji.
Hal tersebut diungkap oleh Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief. Adapun alasannya agar Anies bisa memanjatkan doa kemenangan jika calon wakil presidennya diumumkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Kalau saja Pak @aniesbaswedan tahun ini menjalankan ibadah haji, maka pengumuman capres-cawapres tepat dilakukan sebelum keberangkatan. Agar di tanah suci bisa dipanjatkan doa kemenangan. Tapi ini andai," kata Andi lewat akun Twitter-nya, Senin (19/6/2023).
Merespon hal tersebut, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari menilai kecil kemungkinan Anies akan mengumumkan calon wakil presidennya sebelum berangkat haji.
Pasalnya, Anies dijadwalkan berangkat haji pada Kamis, 22 Juni 2023 sehingga jarak waktunya terlalu berdekatan untuk mengumumkan calon wakil presiden sebelum berangkat haji.
Menanggapi hal tersebut, Jhon menyoroti perbedaan pendapat antara Demokrat dan NasDem perihal kapan waktu diumumkannya calon wakil presiden.
“Demokrat maunya cawapres Abas diumumkan sebelum berangkat haji. Nasdem beda lagi, nama Cawapres diumumkan setelah pulang haji,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Selassa (20/6/2023).
Namun, respon Anies hanya diam dan terkesan manut-manut saja. “Abas? malah DIAM dan manut2 saja,” ujar Jhon.
Dengan sikap Anies tersebut, semakin menunjukkan bahwa koalisi pengusung Anies yaitu Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) disetir oleh oligarki.
“Semakin menandakan jika koalisi Perlubahan disetir oleh OLIGARKI. Belum menemukan kata sepakat soal PINJAMAN UANG,” ujar Jhon.