"Justru akan meninggalkan permasalahan besar," kata Sulfikar dalam diskusi virtual Kamis, 3 Maret 2022.
Menurutnya, ketika pemerintah sudah mengetahui permasalahan di Jakarta, harusnya dibenahi terlebih dahulu. Namun jika pemerintah justru memindahkan ibu kota, maka masalah di Jakarta tidak bisa terselesaikan secara lebih matang.
Dia mengatakan permasalahan di Jakarta bersifat lokalistik, di mana permasalahan ini berakar pada infrastruktur urban di Jakarta, bukan karena ibu kota berada di Jakarta.
Menurutnya, kalau dilihat kontribusi dari gedung-gedung dan segala aktifitas pemerintahan nasional di Jakarta itu, kontribusinya terhadap permasalahan urban di Jakarta di bawah 10 persen. Permasalahan itu, seperti kontribusi terhadap banjir, kemacetan, dan sebagainya.
"Artinya, sebenarnya aktifitas pemerintah pusat di Jakarta itu bukanlah sumber masalah dari permasalahan yang dihadapi oleh Jakarta," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sendiri telah membuka alasannya mengapa dirinya berani mengambil langkah untuk menghadirkan pembangunan dari Ibu Kota Nusantara (IKN)
Dirinya mengungkapkan bahwa alasan utama dari ambisi tersebut adalah pemerataan baik dari sisi ekonomi, penduduk, maupun pembangunan.
"Semuanya ada di Jawa, 58 persen (PDB ekonomi), dan 56 persen penduduk Indonesia itu ada di Jawa. Betapa sangat padatnya Pulau Jawa sehingga memerlukan yang namanya pemerataan pembangunan tidak Jawasentris tapi Indonesiasentris," ujarnya, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Sidang Cerai Lanjut, Shandy Aulia Bawa Saksi Kakak dan Manajer