Politikus Golkar, Andi Sinulingga mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru berubah jadi anti perubahan ketika berkuasa.
Hal itu diungkapkan Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini pun menyebutkan bahwa awalnya Jokowi itu merupakan sosok yang getol bicara perubahan.
"Sampai awal kekuasaan di pegang, paling getol bicara perubahan, tapi ketika berkuasa jadi anti perubahan," ungkap Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Senin (26/6).
Lebih lanjut, Andi Sinulingga mengatakan bahwa kekuasana itu memang membuat orang menjadi lupa diri.
"Kekuasaan memang memabukkan, bikin orang lupa diri. Bisa-bisanya setiap waktu bicara demi bangsa dan negara meski yang di kerjakan semata untuk diri sendiri," tandas Andi Sinulingga.
Sementara itu, Andi Sinulingga menyertakan pemberitaan yang membuat ucapan Jokowi di 2016 terkait perubahan.
Pada pemberitaan itu, Jokowi mengungkapkan dua poin utama kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat melakukan rapat di kementerian/lembaga (KL). Dalam rapat tersebut, Jokowi memberikan arahan kerja.
Dua poin utama itu yakni pertama, seluruh PNS harus bekerja kompak secara menyeluruh. Kekompakan juga meski dijaga hingga tingkat daerah.
"Saya ingin kembali menegaskan bahwa gerak langkah kita semuanya harus padu, harus satu, harus solid, harus satu garis dari atas sampai bawah. Menteri, kepala lembaga, jajaran di bawahnya, eselon I, eselon II, dan seterusnya sampai nanti ke daerah," kata Jokowi di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).
Kedua, menurut Jokowi, hal yang tidak kalah pentingnya adalah seluruh PNS harus mau berlari dengan cepat. Dalam arti harus mampu beradaptasi mengikuti perubahan zaman dan teknologi.
"Saya ingin kita semuanya berlari cepat karena perubahan global perubahan dunia sekarang sangat cepat sekali. Saya kira saudara-saudara tahu semuanya, setiap hari berubah, setiap menit berubah, setiap detik berubah. Perubahan seperti itu harus kita antisipasi juga," tuturnya.
Jokowi menegaskan bahwa berlari cepat sangat penting. Pasalnya, PNS merupakan ujung tombak dari segala implementasi kebijakan yang dibuat pemerintah.
"Kalau yang menggerakkan ini benar, yang berkumpul di sini ingin menggerakkan dengan benar, kecepatan itu pasti ada. Tapi kalau yang menggerakan belum berubah, masih dengan cara-cara lama, masih dengan tradisi lama, maka akan sulit kita mengubah negara ini," pungkasnya.