Alegori seorang anak yang ingin terbebas dari kekangan orang tua adalah hal yang paling pas digunakan di sini. SBY mengategorikan hal ini sebagai cawe-cawe dalam konotasi negatif.
"Kardi merasa tidak suka selalu didikte oleh orang tuanya. Ia berkata: Kenapa sih ibu selalu mencampuri urusan Kardi. Nggak usah cawe-cawe lah. Ini urusanku, aku yang menentukan,” jelasnya.
Ketiga adalah cawe-cawe dalam menjadi sosok penengah. SBY berujar dirinya pernah melakukan ini ketiga berusaha menangani perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menyampaikan meski dulu banyak yang menekannya untuk melakukan tindakan mengambil satu sisi hingga tidak memihak kelompok manapun, SBY sadar dirinya memang harus terjun demi menenangkan ketegangan antara kedua pihak tersebut sebelum makin panas.
Mantan presiden ini akhirnya memilih langkah yang akan menguntungkan semua pihak, ia mempertemukan kedua belah sisi untuk berdiskusi dan menemukan solusi terbaik hingga akhirnya keduanya sepakat mengakhiri polemik.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi sendiri telah buka suara soal cawe-cawe ini, ia mengatakan bahwa dirinya melakukan hal itu untuk kepentingan dari Indonesia. Meski tak dijelaskan secara rinci maksud dari ucapannya itu, dirinya mengatakan bahwa semua ini dilakukan karena ia melihat riak-riak yang berbahaya mulai bermunculan di Pilpres 2024.