Relawan Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah, mengomentari permintaan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak mentersangkakan Anies Baswedan meski ada anggapan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang tidak menyukai Anies.
Permintaan tersebut disampaikan SBY melalui bukunya yang berjudul 'Presiden 2024 dan Cawe-Cawe Presiden Jokowi'.
Menurut SBY, tidak ada yang melarang Presiden Jokowi untuk tidak menyukai dan menghalangi pencalonan Anies karena memang begitu lah cara politik bekerja.
Namun, hal yang keliru adalah ketika penguasa berusaha mencari-cari kesalahan Anies agar bisa menjadikannya tersangka. Hal itu bisa menyebabkan dampak sosial, politik, dan keamanan.
Lebih lanjut, SBY mengatakan dirinya hanya menyoroti dari sisi etika dan hukum bahwa upaya menjadikan Anies sebagai tersangka tanpa adanya pelanggaran hukum merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
"Saya hanya ingin menyoroti dari sisi etika dan hukum. Kalau memaksakan seseorang untuk menjadi tersangka pelanggaran hukum, padahal tidak bisa dibuktikan secara mengesankan (no strong evidence), ini sebuah penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power)," tulis SBY dalam bukunya.
Menanggapi hal tersebut, Chusnul merasa kasihat melihat SBY yang turun kelas menjadi provokator hingga menuduh Presiden Jokowi menyalahgunakan kekuasaan.
“Kasian lihat orang ini, habis jadi presiden turun kelas jadi provokator,” ujar Chusnul, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ch_chotimah2 pada Selasa (27/6/2023).
“Mungkin saat jd presiden dia pernah menggunakan hukum unk kepentingan dia, jd mengira Jokowi akn melakukan hal yg sama, pdhl belum tentu semua orang serendah dia,” sambungnya.
Hal tersebut pula yang membuat pegiat media sosial ini enggan mendukung Anies Baswedan atau Prabowo Subianto yang dianggap pernah satu barisan dengan SBY.
“Itulah knp sy pendukung Jokowi ga mau dukung Anies atau Prabowo, Krn ga ingin satu barisan dgn mereka yg suka menghina, merendahkan bahkan memfitnah Jokowi. Itu sbg bentuk kecintaan sy pd Jokowi,” ujar Chusnul.