Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang kembali bicara soal diperlakukan bak partai oposisi dalam pemerintahan kabinet Indonesia Maju. Padahal, NasDem merupakan salah satu partai koalisi yang mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones menyinggung soal NasDem yang gencarkan soal perubahan.
Loyalis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini pun menilai bahwa jika memang benar-benar inginkan perubahan, maka seharusnya memang sekaligus sebagai oposisi, melawan pemerintah.
"Intinya NasDem jalan dua kaki itu yang bikin ribet sendiri. Kalau bener mau perubahan ya jebur sebagai oposisi sekalian lawan pemerintah," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Rabu (28/6).
Lebih lanjut, Eko Jhones juga mengatakan bahwa Surya Paloh justru membuat ribet dirinya sendiri.
"Surya Paloh ribet dibikin sendiri sedangkan oposisi tetap berjuang sendiri hanya PKS dan Demokrat. Adanya koalisi perubahan gak ngaruh sama sekali," imbuhnya.
Sementara itu, menurut Surya Paloh, NasDem mampu melawan perlakukan itu, hanya berkomitmen menjaga stabilitas politik dan keamanan.
"Bukan berarti NasDem tidak mampu untuk melakukan perlawanan. Sebenarnya sekecil-kecilnya semut dia diinjak, dia terus akan melawan. Apalagi NasDem, tapi persoalan kita bukan di sana, persoalan kita adalah komitmen kebangsaan yang harus tetap terjaga," ujar Surya Paloh saat memberikan arahan di DPW NasDem Bali, Senin (26/6).
Surya Paloh juga kembali menegaskan mendukung pemerintahan Jokowi sampai akhir kepemimpinannya. Hal ini demi mencapai tujuan Indonesia sebagai sebuah negara merdeka.
"Persoalan kita adalah bagaimana tetap lebih menekankan output energi dan positif yang mampu menghasilkan karya bermanfaat dan akhir dari pemerintahan yang kita dukung ini agar kita semakin mendekati tujuan-tujuan kemerdekaan kita," katanya.
Surya Paloh menekankan arti kepercayaan dan semangat yang sama bagi partai koalisi dalam menjalankan pemerintahan kepemimpinan Jokowi. Bukan saling menjatuhkan satu sama lain.
"Kita harus mampu menjaga sesuatu yang wajib kita jaga dan adalah hak kita untuk mempertahankan tingkat survival yang harus dimiliki partai ini. Bukan menjadi hal yang, kanan, kanan, kiri, kiri, mundur, mundur, NasDem bilang apa ini, di mana dia belajar politik?," ungkapnya.
Adapun NasDem mulai diperlakukan seperti oposisi setelah mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai capres di Pemilu 2024.
Anies didukung dua partai oposisi yaitu PKS dan Demokrat. Saat bersamaan, ada satu menteri NasDem yang terjerat kasus korupsi, yaitu eks Menkominfo sekaligus eks Sekjen NasDem Johnny G Plate yang sudah menjadi tersangka di Kejagung.
Sedangkan, satu kader NasDem lainnya, Syahrul Yasin Limpo dimintai keterangan di KPK terkait dugaan korupsi di Kementrian Pertanian.