Pakar Kebijakan Ekonomi, Rizal Ramli kembali menyuarakan kegeramannya terkait dengan hadirnya politik uang yang kembali mewarnai pesta demokrasi di Indonesia.
Dirinya mengatakan bahwa manuver politik kurang beretika tersebut kembali muncul dengan gaya baru, yakni dengan pemberian bantuan sosial alias bansos. Tujuannya masih sama, demi menggaet suara rakyat untuk kepentingan politik.
Mantan menteri ini menyebut bahwa kembali santernya gaya politik ini tidak terlepas dari efektivitasnya meraup suara masyarakat, apalagi dengan jumlah masyarakat menengah ke bawa yang lebih besar dalam total jumlah masyarakat di Indonesia.
"Dengan 40% rakyat miskin, poltitik uang dalam pemberian sembako itu bisa effektif," cuitnya melalui akun twitter @RamliRizal, dikutip Kamis (29/6/2023).
Namun dirinya menegaskan hal ini tetap harus dihindari, karena tak produktif bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya pemberian bansos malah akan membuat rakyat jatuh miskin karena terbuai oleh bantuan setiap lima tahun sekali alias hanya dalam pesta demokrasi.
Rizal juga mempertanyakan mengapa hal ini bisa kembali dipraktekan dalam tanah air. ia mempertanyakan dimana fungsi pengawasan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Tapi itu kecurangan dan penipuan krn kebijakan ekonomi justru bikin rakyat semakin miskin. Bawaslu, KPU ngapain aja kalian," ujarnya.
Menurutnya, jika hal ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masyarakat akan terus diperah suaranya oleh bansos. Mereka bahkan bisa saja akan terus dimiskinkan demi kepentingan elite politik di Indonesia.
"Rakyat akan terus dimiskinkan agar bisa dimanfaatkan menjelang pilpres untuk kampanye pencitraan," jelasnya.
Baca Juga: Said Didu Beberkan 8 Poin Terkait Ganjar Pranowo yang akan Teruskan Program Jokowi dengan Percepatan