‘NASDEM DILANDA PENOLAKAN RIBUAN WARGA DAN APARAT TERPAKSA TUTUP ACARA DEKLARASI ANIES BASWEDAN’ ini adalah salah satu judul video yang diunggah oleh akun youtube PINTER POLITIK pada Sabtu (08/07/23).
Video ini berisi narasi seolah-olah banyak warga masyarakat yang menolak langkah pendeklarasian Anies Baswedan oleh Partai Nasdem. Ditambah narasi bahwa penolakan itu dilakukan oleh ribuan warga masyarakat.
Video ini pun didukung dengan gambar gerombolan warga yang ricuh dengan aparat kepolisian meski tak ditunjukan adanya Anies disana.
Video itu pun disertai tulisan ‘DEKLARASI ANIES RICUH, RIBUAN WARGA TOLAK ACARA DUKUNGAN UNTUK ANIES’
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, hingga saat tidak ada laporan dari kepolisian bahwa ada kericuhan yang dipicu oleh deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
Ditambah, narasi pada video yang tidak nyambung. Di judul ditulis bahwa yang ricuh adah masyarakat karena deklarasi Anies. Namun tak ditunjukan satupun bukti yang menyangkut acara Anies.
Untuk diketahui kebenarannya, hingga saat ini Anies Baswedan masih menjadi capres yang dijagokan oleh Nasdem, beserta dua partai lainnya yaitu Demokrat dan PKS yang bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Bahkan info terbaru, Anies saat ini sedang menimbang siapa tokoh politik paling potensial yang akan dia pilih menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Adapun kandidat tersebut meliputi sosok Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Anggota Majelis Syuro PKS, Ahmad Heryawan; dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dilansir dari Google image, ternyata thumbnail video berasal dari berita ‘Ricuh Ratusan Mahasiswa Geruduk Rumdin Bupati Jombang’ yang diunggah Detik News pada 20 Maret 2023
Berita ini menginformasikan tentang Aksi demonstrasi sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Jombang diwarnai kericuhan.
KESIMPULAN
Video ‘NASDEM DILANDA PENOLAKAN RIBUAN WARGA DAN APARAT TERPAKSA TUTUP ACARA DEKLARASI ANIES BASWEDAN’ yang diunggah akun youtube PINTER POLITIK memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.