Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjenguk Cendekiawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menegaskan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang sesungguhnya.
Jhon Sitorus menilai bahwa Jokowi tak memikirkan meski pernah direndahkan. Hal tersebut merujuk terkait Cak Nun yang diketahui pernah menyebut Jokowi sebagai firaun.
"Pemimpin yang sesungguhnya. Tak peduli betapa pahitnya ketika direndahkan, tetapi begitu Cak Nun sakit beliau bergegas ditengah kesibukannya untuk jenguk," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Senin (10/7).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus pun mengungkapkan harapannya agar publik bisa meneladani sikap Jokowi itu.
"Ya, itulah Jokowi. Sudah selesai dengan dirinya sendiri. Semoga kita bisa meneladani sikap Jokowi. Semoga lekas pulih Cak Nun," tandasnya.
Sementara itu, Jokowi diketahui menjenguk Cak Nun di RSUP Dr Sardjito pada Minggu (9/8/2023) kemarin. Rombongan Presiden Jokowi terlihat masuk melalui pintu lobi Pusat Jantung Terpadu rumah sakit tersebut.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan membenarkan kedatangan Jokowi dalam rangka menjenguk Cak Nun.
"Jadi memang betul, hari ini Pak Jokowi melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Sardjito dalam kapasitasnya menjenguk Pak Emha Ainun Nadjib di RSUP Dr Sardjito," kata Banu, dikutip dari detik.com.
Terpisah, keluarga budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun beserta keluarga besar Maiyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan kesembuhan Cak Nun.
"Kami, Cucu-Cucu Simbah dari keluarga besar Maiyah, dan keluarga Cak Nun, menyampaikan penghargaan mendalam kepada semua yang telah berdoa untuk Mbah Nun di rumah sakit maupun di manapun," demikian bunyi keterangan resmi dari Progress Management, selaku Sekretariat Emha Ainun Nadjib dan KiaiKanjeng, Minggu (9/7) malam.
Bagi mereka, sumbangan doa tersebut semua adalah penguat dalam menghadapi masa yang tidak mudah ini.
Buya Yahya, Pak Ismail Yusanto, Mbak Yeni Wahid, Pak Tanto Mendut, dan Bapak Presiden Jokowi telah turut mendoakan beliau, sebagai rasa takzim atas beliau. Doa mereka adalah semangat yang menggairahkan langkah pemulihan Mbah Nun," lanjut keterangan tersebut.
Keluarga Cak Nun dan Maiyah turut mengapresiasi doa dari para tokoh masyarakat seperti Haddad Alwi, Habib Rizieq Shihab, Habib Alaydrus, Ganjar Pranowo, Gus Mus, Anies Baswedan, Emil Dardak, Lukman Hakim Saifuddin, Syukri Fadholi, Franky Welirang, Busyro Muqoddas, Kaharuddin Djenod, Ustadz Abdul Somad, Sujiwo Tejo, Dik Doank, Hasto Kristiyanto, hingga Muhammad Nuh.
"Mbah Nun dan komunitas Maiyah selalu berusaha mengajarkan kita semua untuk menghargai keberagaman dan bersatu dalam kemanusiaan, dan doa-doa Anda semua membuktikan bahwa semangat tersebut masih sangat hidup dan kuat dalam hati kita semua," tulisnya.
"Kami, sebagai Cucu-Cucu Simbah dan keluarga Cak Nun, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala doa dan dukungan Anda. Kita semua berdoa agar Mbah Nun segera pulih dan dapat kembali bersama kita semua," tutup keterangan tersebut.