Pakar intelijen Soleman B. Ponto meminta pemerintah mengabaikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang berskenario Indonesia disorot dunia atas penyanderaan seorang pilot Susi Air.
Eks Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan tidak perlu takut karena Indonesia telah melakukan tindakan benar menghadapi pemberontak.
"Tidak ada urusan dengan pemerintah soal itu. Makin lam aya biarin aja. Apa urusan dengan pemerintah. Cuma satu pilot itu ngapain takut dengan sorotan dunia. Baguslah biar dunia tahu Indonesia ini sekarang aman dan tentram, tegas kepada para pemberontak," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip Liberte Suara, Rabu (12/7/2023).
Sebelumnya, KKB Papua memberikan tenggat waktu 1 Juli untuk pilot Susi Air agar ditebus pemerintah Indonesia dengan uang Rp5 miliar namun dengan tuntutan lainnya seperti senjata dan kemerdekaan.
KBB Papua juga mengultimatum pemerintah Indonesia akan menembak pilot Susi Air jika melewati tenggat waktu tersebut.
Pakar intelijen mengaku tidak ingin memusingkan ultimatum tersebut lantaran pemerintah tidak dapat ditekan oleh keinginan-keinginan KKB Papua.
"Kalau mau tembak ya tembak aja, tapi bahwa mereka itu tidak bisa menekan pemerintah untuk mengikuti kemauannya, tidak bisa," tutur Soleman.
"Kita juga ngapain pusing. Bukan urusan kita ... Indonesia itu ndak pusing mau dengan syarat lepas, kalau mau diterima, ngapain pusing dengan hanya satu orang itu," ungkapnya.
Soleman mengingatkan jalan satu-satunya adalah bernegosiasi bukan dengan operasi militer. Dengan begitu satu Indonesia tidak dipusingkan dengan masalah pembebasan seorang pilot.
Baca Juga: Profil Cillian Murphy, Bintang Utama Film Oppenheimer yang Dikabarkan Tertekan saat Syuting
"Masa satu orang itu satu Indonesia harus ribut. Ya kalau dilepas, dilepas, kalau mau terima uang, terima, kalau mau ditayan, ya tahan aja," ujarnya.
"Negosiasilah memang hanya itu jalannya untuk membebaskan sandera. Masak mau operasi militer?" pungas Soleman.