Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman, menyebut status dana Rp27 miliar yang dikembalikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo masih misterius.
Pasalnya, tidak diketahui asal uang tersebut dan peruntukan serta pihak-pihak yang akan menerimanya. Selain itu, alasan uang tersebut dikembalikan juga masih misterius.
“Status dana 27 Miliar dalam kasus korupsi BTS konon masih misterius. Dari mana duit itu berasal, akan diberikan kepada siapa, untuk maksud apa, dan mengapa dikembalikan masih menjadi teka teki alias misterius,” ujar Benny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @BennyHarmanID pada Rabu (12/7/2023).
Oleh karena itu, Benny meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangani kasus dugaan korupsi BTS 4G untuk membongkar status dana misterius ini.
Ia berharap Kejagung tidak tebang pilih dalam membongkarnya. Bahkan, disarankan untuk mencari semacam pawang atau dukung kampung untuk melacak misteri tersebut.
“Kejaksaan Agung harus membongkar status dana yang misterius ini. Tidak boleh tebang pilih, jangan ada yang hendak dilindungi. Bila perlu cari pawang atau dukun kampung untuk melacak misteri dana Rp 27 M tersebut,” ujar Benny.
Elit Partai Demokrat itu khawatir rakyat membuat spekulasi sendiri jika status dana Rp27 miliar tersebut tidak dibongkar dan tetap misterius.
“Saya khawatir, jika dibiarkan tetap misterius nanti rakyat membuat analisis dan spekulasi sendiri. Bisik-bisik yang hanya bikin tidak enak di telinga,” pungkas Benny.
Pengacara Direktur PT Solitech Media Synergi Irwan Hermawan, Maqdir Ismail mengatakan ada seseorang yang mengembalikan uang sebanyak Rp 27 miliar kepada kliennya.
Baca Juga: 8 Tersangka Ditetapkan dalam Dugaan Korupsi Proyek BTS, Pimpinan BNI BSD Diperiksa
Uang tersebut diduga merupakan bagian dari aliran duit korupsi BTS 4G di Kemkominfo. Maqdir tidak mengatakan secara gamblang bahwa pihak yang mengembalikan tersebut adalah Dito Ariotedjo.
Namun, Irwan menyebut nama Dito ketika memberikan kesaksiannya. Irwan mengaku kepada penyidik bahwa dirinya memberikan Rp27 miliar pada November-Desember 2022 kepada Dito.
Tujuannya yaitu untuk meredam pengusutan perkara proyek BTS ini oleh Kejaksaan Agung. Saat Irwan menyerahkan uang tersebut, Dito masih menjabat sebagai staf khusus Kementerian Koordinator Perekonomian.
Namun, Dito tidak menjelaskan secara gamblang perihal isu penerimaan uang Rp27 miliar tersebut usai yang bersangkutan diperiksa Kejagung pada Senin (3/7/2023).
“Ini terkait tuduhan saya menerima Rp27 miliar di mana tadi saya sudah saya sampaikan apa yang saya alami. Ini untuk materi detailnya lebih baik pihak berwenang yang menjelaskan,” kata Dito.