Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono membantah rumor yang mengatakan dirinya adalah bekingan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun
Hendropriyono menjelaskan awal mula dirinya mengenal Panji Gumilang ketika Panji meminta Presiden RI ke-3 BJ Habibie untuk meresmikan Al Zaytun.
“Presiden Indonesia waktu itu BJ Habibie, memerintahkan Menteri Agama untuk menyelidiki Ponpes Al Zaytun, yang minta beraudiensi kepada presiden, dalam rangka untuk meresmikan pesantren Al Zaytun, di situ saya pertama kali dengar ada nama pesantren Al Zaytun,” ujar Hendropriyono pada Senin (10/7/2023), dikutip dari detik.com.
Setelah itu, Hendropriyono mengaku tidak pernah mendengar kelanjutan Al Zaytun lagi. Selanjutnya pada saat Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden, Hendropriyono yang saat itu menjadi Kepala BIN diminta menggantikan Megawati untuk menghadiri peletakkan batu pertama untuk gedung pembelajaran.
Ia menyebut pada saat itu lah dirinya berkenalan dengan Panji Gumilang. Mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan itu mengaku heran dirinya disebut sebagai bekingan Al Zaytun karena dirinya saat ini tidak memiliki kekuasaan.
“Emang apa kekuatan saya apa ya? Kalau saya masih aktif punya kekuatan, ditakutin. Saya rasa ini karena waktu itu saya Kepala BIN, buat seorang intelijen musuhnya musuh adalah kawan saya dan terus terang musuh Republik Indonesia, NII,” ujar Hendropriyono.
Hendropriyono kemudian mengatakan bahwa soal ideologi Panji Gumilang sudah jelas dengan peresmian Al Zaytun oleh BJ Habibie sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Panji Gumilang meminta publik untuk memahami apa yang diungkapkan oleh Hendropriyono.
“Ya seperti apa yang diungkapkan. Pahami. Pahami apa yang diungkapkan oleh beliau. Yang begitu kok perlu kedekatan kejauhan. Beliau mengungkapkan begitu. Pahami.
Baca Juga: Duh, 5 SD Negeri di Ponorogo Tak Dapat Siswa Baru Tahun Ini
Terkait rumor Hendropriyono adalah bekingannya, Panji Gumilang mengatakan keduanya sudah berada di usia lanjut sehingga tidak ada alasan untuk menjadi bekingan masing-masing.
“Masa orang sudah pada tua saling beking membeking bagaimana? Lah kalau mereka atau beliau itu menulis seperti itu ya pahami saja,” jelasnya.