I Putu Gede memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih Arema FC. Keputusan itu diambil setelah skuad asuhannya kalah saat menjamu Bali United 1-3 dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali pada Jumat (21/7).
"Kami sudah bicara setelah pertandingan, kami menghormati keputusan Coach Putu, beliau memilih untuk tidak lagi bersama Arema FC," ungkap manajer tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas. Di tangan I Putu Gede, Arema FC mengalami sekali seri saat melawan Persib Bandung (3-3) dan kalah tiga kali melawan Dewa United FC (1-0), Persik Kediri (5-2) dan Bali United FC (1-3).
Atas kontribusinya bersama Arema FC, Wiebie pun mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya."Kami sangat menghormati keputusan yang diambil. Di sepak bola sebenarnya hal-hal ini yang sangat tidak diinginkan tapi akhirnya harus benar-benar terjadi," jelasnya.
Menurut Wiebie ini adalah fase berat yang dihadapi oleh tim Singo Edan, julukan Arema FC diawal kompetisi BRI Liga 1 2023-2024. "Awal-awal musim ini cukup berat bagi Arema FC. Namun kami melihat ada progres yang terus naik dari sisi permainan. Ada hal-hal memiliki potensi untuk tim ini bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Ia optimis peluang Arema FC untuk lebih baik lagi memang masih terbuka. Diawal-awal musim ini grafik yang ditunjukkan oleh Arema FC masih belum stabil, faktor cedera dan adaptasi pemain menjadi evaluasi tersendiri.