- Awak misi Artemis II berhasil menyaksikan sisi jauh Bulan dan Cekungan Orientale secara langsung untuk pertama kalinya dalam sejarah.
- Empat astronot menggunakan wahana Orion untuk melintasi area Bulan dengan durasi terbang sekitar enam jam pada Senin sore.
- Hasil observasi ini menjadi langkah krusial bagi NASA dalam mempersiapkan misi pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2028.
Suara.com - Misi Artemis II mencatat sejarah baru setelah para astronot berhasil menyaksikan sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat manusia secara langsung.
Pemandangan itu muncul saat awak Artemis II melintas sekitar 200.000 mil dari Bumi.
“Dalam gambar terbaru dari kru Artemis II, Anda dapat melihat Cekungan Orientale di tepi kanan piringan Bulan,” tulis NASA dalam unggahan resminya dilansir dari NY Post.
Cekungan Orientale, salah satu kawah dampak terbesar di sisi jauh Bulan, tampak jelas dalam dokumentasi yang dikirim kru.
Para ilmuwan menyebut ini sebagai pertama kalinya manusia melihat langsung formasi tersebut dari dekat.
“Ini adalah pertama kalinya seluruh cekungan itu terlihat dengan mata manusia,” lanjut NASA.
Temuan ini menandai pencapaian penting dalam eksplorasi luar angkasa modern.
Misi Artemis II membawa empat astronot yang saat ini tengah bersiap untuk manuver terbang lintas Bulan yang sangat dinanti.
Fase utama ini dijadwalkan dimulai pada Senin sore waktu setempat.
“Penerbangan lintas Bulan akan berlangsung sekitar enam jam,” ungkap NASA.
Selama periode itu, komunikasi dengan Bumi akan terputus sekitar 40 menit karena posisi Bulan menghalangi sinyal.
Salah satu astronot, Christina Koch menggambarkan pengalaman melihat Bulan dari dekat sebagai sesuatu yang sulit dipercaya.
“Ada sesuatu yang tidak sesuai dengan indra saya tentang Bulan yang saya kenal,” ujarnya kepada NBC News.
“Itu adalah sisi gelap, sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” tambah Koch.
Selama perjalanan, wahana Orion spacecraft melaju di ruang cislunar dengan kecepatan tinggi.