Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menyoroti terkait pergantian direksi Pertamina. Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun disebut menjadi salah satu kandidat untuk menggantikan Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Nicke Widyawati.
Hal tersebut ditanggapi Bachrum Achmadi melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitan di akun Twitternya, Bachrum Achmadi menyinggung soal 'janji' Ahok saat hendak jadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina, akan membasmi mafia migas.
Bachrum Achmadi pun menyinggung bahwa pada faktanya, hal itu nihil. Ia bahkan menyinggung soal kedekatam Ahok dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Dulu katanya jika Ahok jadi Komut Pertamina, mafia migas akan dibasmi dari hulu sampe hilir. Faktanya nihil," ujar Bachrum Achmadi dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @bachrum_achmadi, Rabu (26/7).
"Sekarang ada wacana Ahok jadi Dirut Pertamina. Pertanyaannya apa yang sudah dilakukan Ahok selama jadi Komut Pertamina? Ahok itu jadi Komut Pertamina karena dekat aja dengan Presiden Jokowi!," tandasnya.
Adapun Ahok diketahui memiliki pekerjaan rumah (PR) saat hendak menjadi Komut Pertamina yakni untuk membasmi mafia migas, hingga menekan impor migas dalam mengatasi Current Account Defisit (CAD).
Hal tersebbut ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan seperti dilansir dari Detik.
"Pak Ahok diharapkan bisa memberikan masukan atau pun bisa melakukan pengawasan secara komprehensif kepada direksi sehingga apa yang ditargetkan oleh Pak Jokowi terkait dengan pemberantasan mafia migas, terus juga mengurangi CAD. Karena kita tahu sektor bahwa sektor migas (minyak dan gas) adalah sebagai penyumbang terbesar CAD, di mana impor terbesar memang dilakukan oleh Pertamina," jelasnya.
Sementara itu, dilansir dari Replubika, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengisyaratkan terkait pergantian direksi Pertamina itu. Nama Ahok pun disebutkan Erick Thohir, jadi salah satu pertimbangannya.