Didik J Rachbini: Pemilik Deposito di Atas Rp5 Miliar Jadi 52%, Sejuta hingga 50 Juta Cuma 12%

Suara Liberte

Kamis, 27 Juli 2023 | 13:03 WIB
Didik J Rachbini: Pemilik Deposito di Atas Rp5 Miliar Jadi 52%, Sejuta hingga 50 Juta Cuma 12%
Ilustrasi Jakarta (Pexels.com/Alifia Harina)

Rektor Universitas Paramadina Profesor Didik J Rachbini menyoroti orang-orang yang memiliki deposito di atas semiliar rupiah hingga Rp5 miliar di Indonesia meningkat selama pandemi Covid-19. Ia menyebut, kesenjangan ini terlihat sangat tinggi di tengah masyarakat.

Prof Didik mencontohkan, orang yang memiliki deposito lebih dari Rp5 miliar selama krisis Covid-19 jumlahnya meningkat dari 45 menjadi 52%. Artinya ada sekitar 0,02% orang dalam bank itu.

"Mereka itu menguasai separuh dari aset bank. Kalau ditambah yang punya deposito Rp2 miliar ke atas maka jumlahnya menjadi 62% orang. Ditambah lagi yang Rp1 miliar ke atas menjadi 66% atau 2/3," terang Prof Didik dalam paparannya dalam diskusi daring, dikutip Liberte Suara, Kamis (27/7/2023).

Sementara itu, ujar Prof Didik, orang-orang yang memiliki tabungan sebesar Rp1 juta sampai Rp50 juta hanya berada di angka 12%, jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

Lebih lanjut, ia mengkritisi data BPS yang tidak mencerminkan kondisi riil dan cenderung tidak bisa digunakan untuk mengambil keputusan-keputusan strategis.

Rasio Gini atau tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang dirilis oleh BPS mengalami peningkatan menjadi 0,388 poin, dari sebelumnya 0,381 pada September 2022 atau meningkat 0,007 poin. Angka ini juga meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384.

Rektor Universitas Paramadina itu menyebut, ketimpangan gini rasio oleh BPS sepertinya tidak bermakna apa-apa dan karena itu sebaknya tidak usah menjadi acuan oleh para akademisi. Angka 0,37-0,38 dari gini rasio oleh BPS yang tertera di publik adalah angka yang menipu

“Itulah beda jauhnya data BPS dengan data di bank. Tidak punya makna banyak dalam melihat kesenjangan dan cenderung ‘menipu’ dalam ranah ekonomi politik. Sudah saatnya data BPS itu ‘dibuang’ karena tidak bisa dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan ekonomi politik,” jelasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rektor Universitas Paramadina Kritik Data Kesenjangan Sosial: Data Akademisi vs BPS

Rektor Universitas Paramadina Kritik Data Kesenjangan Sosial: Data Akademisi vs BPS

Liberte | Selasa, 25 Juli 2023 | 08:55 WIB

Pentingnya Perhatikan Keragaman Lanskap Perdesaan Demi Atasi Kesenjangan Digital

Pentingnya Perhatikan Keragaman Lanskap Perdesaan Demi Atasi Kesenjangan Digital

Liberte | Selasa, 11 Juli 2023 | 13:05 WIB

Indonesia di Peringkat 67 dari 203 Negara, Kesenjangan Sektor Pendidikan Belum Teratasi

Indonesia di Peringkat 67 dari 203 Negara, Kesenjangan Sektor Pendidikan Belum Teratasi

Liberte | Senin, 03 Juli 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus

Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus

Surakarta | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis

Rutinitas Skincare Kini Makin Simpel, Pemilik Kulit Sensitif Mulai Utamakan Pelembap yang Praktis

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:49 WIB

Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk

Vietnam Unggul 1-0 Atas Kamboja, Timnas Indonesia Masih Tanpa Gol, Garuda di Ujung Tanduk

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:46 WIB

Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Istana Akui Presiden Prabowo Pertimbangkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa

Misteri 2 Orang Bermasker Tinggalkan TKP Penemuan Jenazah Bos Konter HP Ambarawa

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:37 WIB

Rekam Jejak Aneh Wasit Oman Khalfan Al-Amouri Laga Singapura vs Timnas Indonesia

Rekam Jejak Aneh Wasit Oman Khalfan Al-Amouri Laga Singapura vs Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:35 WIB

CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Permudah Nasabah Investasi Saham

CIMB Niaga Gandeng Ajaib, Permudah Nasabah Investasi Saham

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:33 WIB

Ada Dugaan Praktik Curang di Sektor Pangan, Bikin Rugi Rp100 Triliun

Ada Dugaan Praktik Curang di Sektor Pangan, Bikin Rugi Rp100 Triliun

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:24 WIB

×