Pentingnya Perhatikan Keragaman Lanskap Perdesaan Demi Atasi Kesenjangan Digital

Suara Liberte

Selasa, 11 Juli 2023 | 13:05 WIB
Pentingnya Perhatikan Keragaman Lanskap Perdesaan Demi Atasi Kesenjangan Digital
Ilustrasi buku literasi finansial (Pixabay/StockSnap)

Kesenjangan digital antara perkotaan dan perdesaan masih lebar. Namun solusi untuk mengatasinya tidak bisa bersifat general, melainkan butuh solusi yang memperhatikan keragaman lanskap perdesaan.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Amira Natanegara menyatakan, pemerintah perlu memerhatikan keragaman kondisi daerah perdesaan. Untuk itu, pemenuhan kebutuhan dan arahan peta digital setiap daerah tidak dapat bersifat one-fits-all solution.

“Keberagaman ini didasari oleh sejumlah aspek atau faktor, yakni adanya perbedaan pada infrastruktur eksisting, perbedaan pada literasi dan kemampuan digital dan perbedaan pada kapasitas pemerintah daerah,” jelasnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya disparitas persentase individu yang menggunakan internet antar masyarakat kota dan desa dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, hanya sejumlah 19,87% masyarakat desa yang terkoneksi internet. Sementara, 43,36% dari masyarakat kota sudah menggunakan jasa internet di tahun tersebut.

Peningkatan begitu pesat hingga mencapai 71,81% terjadi pada jumlah masyarakat kota yang terhubung internet di tahun 2021. Hal ini juga terjadi pada masyarakat desa hingga mencapai 49,30%. Sayangnya peningkatan ini tetap belum mendekati tingkat penetrasi internet di perkotaan.

Terdapat desa-desa yang berada di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (daerah 3T) dan desa yang menghadapi kondisi ekstrim secara geografis dan spasial. Tantangan ini juga membuat pembangunan jaringan internet sulit dan membutuhkan biaya besar karena belum memadainya infrastruktur penunjang atau infrastruktur dasar, seperti jalan raya, listrik, dan sebagainya.

Sementara, terdapat desa-desa yang sudah lebih berkembang dari sisi infrastruktur dan penyediaan pelayanan publik. Fokus pemerintah pada desa-desa semacam ini sudah bisa beralih ke perluasan penetrasi internet dan pengadaan jasa internet yang terjangkau.

Infrastruktur eksisting menentukan gap antar daerah perdesaan dalam penyelenggaraan layanan Telekomunikasi, Informatika dan Komputer (TIK) dengan internet bandwidth dan speed yang berbeda pada lokasi-lokasi tertentu sesuai dengan feasibility (dapat dilakukan) dan economic viability (menguntungkan secara ekonomi) masing-masing daerah.

Kemudian, tingkat literasi digital dan kemampuan digital antar daerah perdesaan juga berbeda. Perbedaan ini juga didasari atas tingkat pendidikan sumber daya manusia pada daerah tersebut.

baca juga

Amira merekomendasikan beberapa hal untuk mempersempit kesenjangan digital kota dan desa. Yang pertama adalah dengan melakukan pendekatan partisipatori dengan merangkul Pemda dan local actors di tingkat desa untuk menjadi bagian dari decision-making ketika pemerintah pusat menyusun strategi transformasi digital menyasar pada daerah perdesaan.

Selanjutnya, pemerintah pusat menjadi fasilitator dan memberi pedoman bagi Pemda melalui forum terbuka, tidak semata mendelegasikan kepada Pemda. Melalui pendekatan partisipatori, pemangku kepentingan dapat menentukan bersama titik-titik lokasi prioritas yang membutuhkan penetrasi internet, teknologi TIK yang mumpuni, dan seberapa jauh perlu ditingkatkan literasi dan kemampuan digital sumber daya manusia di daerah tersebut.

Pendekatan partisipatori ini juga dapat diterapkan dengan penyelenggara telekomunikasi dan komunitas akar rumput dalam debottlenecking masalah spesifik yang ada di daerah sasaran. Luaran dari pendekatan ini dapat berupa roadmap masing-masing daerah yang terintegrasi dengan roadmap nasional yang memiliki perspektif nusantara.

Selain itu, local actors sebagai penerima program-program BAKTI juga perlu dilibatkan dalam mekanisme monitoring and evaluation dampak setelah pembangunan infrastruktur TIK untuk mengukur efektivitas dari program serta menentukan rencana kelanjutannya.

Aplikasi Permohonan Akses Telekomunikasi dan Informasi (PASTI) untuk melakukan permohonan dari masyarakat dan pemerintah daerah akan kebutuhan akses internet, BTS, satelit dan fiber optik dapat didayagunakan sebagai platform pengumpulan feedback kepada BAKTI dalam rangka evaluasi program.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantah Tak Ada Nama Politisi Raib di Korupsi BTS, Ini Kata Kejagung

Bantah Tak Ada Nama Politisi Raib di Korupsi BTS, Ini Kata Kejagung

Video | Senin, 10 Juli 2023 | 17:00 WIB

Klaim Tak Ada Nama Politisi Raib di Kasus Korupsi BTS, Kejagung: Kami Tak Bisa Tanggapi Rumor

Klaim Tak Ada Nama Politisi Raib di Kasus Korupsi BTS, Kejagung: Kami Tak Bisa Tanggapi Rumor

News | Senin, 10 Juli 2023 | 15:16 WIB

Soal Duit Rp27 Miliar, Kejagung Ultimatum Pengacara Terdakwa Kasus BTS Agar Hadir Hari Ini: Bawa Uangnya Sekalian!

Soal Duit Rp27 Miliar, Kejagung Ultimatum Pengacara Terdakwa Kasus BTS Agar Hadir Hari Ini: Bawa Uangnya Sekalian!

News | Senin, 10 Juli 2023 | 13:05 WIB

Terkini

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia

Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 21:25 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?

Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 21:15 WIB

Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan

Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 21:12 WIB

Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan

Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan

Jogja | Senin, 22 Juni 2026 | 21:11 WIB

Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil

Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Jogja | Senin, 22 Juni 2026 | 20:49 WIB

Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase

Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 20:45 WIB