Pengamat Politik BRIN, Siti Zuhro, mengomentari perihal isu musyawarah nasional luar biasa atau munaslub yang belakangan menerpa Partai Golkar.
Menurutnya, Partai Golkar perlu belajar dari Partai Demokrat untuk menguatkan kekuatan internal menghadapi isu-isu semacam itu.
“Mungkin Golkar perlu belajar dari Partai Demokrat yang fight yang luar biasa gitu ya. Melawan sangat luar biasa. Turun dan di internal Demokrat itu kita patut acungi jempol karena solid sekali di internalnya,” ujar Siti Zuhro, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Kamis (27/7/2023).
Dia mengacungi jempol Partai Demokrat yang tidak mau diintervensi atau dipecah belah oleh pihak luar apalagi bukan bagian dari partai.
Selain itu, dia juga menilai penting bagi Partai Golkar untuk berjuang menghadapi tersebut dan jangan diam seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“Mungkin tekad yang sepeti itu yang harus dimunculkan oleh Golkar. Jangan lalu seolah-olah nggak ada apa-apa gitu. Jangan. Harus fight. Itu yang harus ditunjukkan oleh Golkar,” ujar Siti Zuhro.
Diketahui beredar rumor adanya rencana munaslub untuk menggantikan posisi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum sekaligus mengevaluasi hasil Munas 2019 yang memandatkan ketua umum partai menjadi calon presiden.
Rumor tersebut muncul usai adanya Rapat Dewan Pakar DPP Partai Golkar di kediaman Ketua Dewan Pakar Agung Laksono, Minggu (9/7/2023).
Airlangga tidak membantah adanya rapat tersebut namun dia menegaskan bahwa agenda pertemuan itu bukan merencanakan munaslub.
Baca Juga: Umbulharjo Batal, Pemda DIY Tetapkan Tamanmartani jadi Pembuangan Sampah
“Nggak ada, agendanya bukan itu (munaslub),” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/7/2023), dikutip dari Suara.com.